Jurus Kiasu di The Lake House

Berkunjung ke tempat yg lagi happening di long weekend? Siapa takut! Syaratnya harus punya naluri Kiasu biar ngga zonk. Nih, saya kasih tipsnya.

Bermula dari ajakan kakak saya untuk ngajak ortu jalan2 di hari libur tanggal 20 Nov. Rencana awal hanya ber-4 aja. Karena suami kerja, dan anak2 & suami kakak menolak ikut. Tapi begitu saya tunjukin foto2 The Lake House, langsung semuanya mau ikutan. Jadilah peserta total 8 orang di satu mobil.

Menuju Depok sekitar jam 04:30, sampai sana jam 06:00. Tapi baru jalan jam 07:00. Sampe Puncak jam 8:00 masih macet sedikit, sebelum akhirnya distop buat one way yang mau turun.

Nunggu di pom bensin sambil beli cemilan di Indomaret, akhirnya sekitar 08:30 gantian one way yang mau ke arah atas.

The Lake House ini sebenarnya resto yang ada di komplek Villa & Resort. Lokasinya masuk ke arah Taman Safari. Lurus aja sampai nemu pintu masuk Pesona Sedayu di kiri jalan. Sempet lihat tamu hotel anak yang sedang berkuda mengelilingi area, ada juga turis Arab yang diantar mobil Buggy menuju The Lake House.

Kompleknya lumayan luas, dan kita sampai pas jam 09:00, sementara Restonya sendiri buka jam 10:00. Berhubung pengunjung pertama, kita jadi banyak waktu untuk eksplore (baca:foto2) suasana sekitar yang apik dan rindang.

Oya, walaupun resto belum buka, tapi dilarang bawa makanan ke dalam komplek ya. Kami sempat ditegur, karena petugas melihat ponakan yang bosan nunggu dan minta cemilan.

Ngga berapa lama, datanglah sesama pengunjung yang juga antri. Bahkan ada rombongan yang masih menunggu 2 mobil lagi untuk nyusul. Melihat hal itu, suami bergegas menghampiri petugas resto yang lagi preparation untuk booking meja outdoor yang di bawah. Untuk antisipasi, kami antri tepat di depan pintu masuk.

Jam 10 teng, rolling door dibuka. Suami langsung diantar waiter untuk pilih meja. Untuk meja outdoor dengan kapasitas besar, ada minimum tagihan sebesar 500rb rupiah. Dan meja ini hanya ada 2, meja outdoor lain berkumpul di tengah dengan kapasitas 4 orang.

Restoran dengan bangunan bata khasnya ini terbagi atas 3 lantai, namun lantai 3 (Roof Top) ditutup waktu saya kesana. Lantai 1 area kasir, serving, toilet, smoking room, dan ruang makan indoor + outdoor.

Lantai 2 ada area ruang makan indoor + outdoor juga, namun bentuk kursinya yang seperti ruang tamu, bahkan kursi goyang di bagian outdoor, menurut saya lebih cocok untuk tamu yang hanya makan snack.

Dining Room Indoor lantai 1

Dining Room Indoor lantai 2, dengan hiasan Dream Catcher yang Instagramable

Untuk makanan, menurut saya cukup lengkap & enak, dengan platting juara. Harganya pun masih terjangkau dengan view & suasana unik yang memanjakan mata di The Lake House. Rekomen menu disana adalah Nasi Bakar & Pasta (yang porsinya besar). Pelayanan juga ramah dan sigap, walau pengunjung setelah kami harus waiting list.

Smoke Chicken Sandwich

Ayam Ngo Hiong

Pizza American (?), next mungkin mau coba Pepperoni Pizzanya

Caesar Salad & Ayam Geprek (sambelnya rekomen)

Nasi Bakar

Fish & Chip

Overall, kami semua puas dengan kunjungan kami kali ini ke The Lake House. Bahkan ponakan saya sudah menanyakan kapan kesini lagi. Duh, nanti2 ajalah. Nunggu hype nya reda dulu, biar ngga melulu harus pake jurus Kiasu 😂

Bogor Short Trip ’17

Halo, jumpa lagi sama postingan libur singkat saya!

Berhubung ponakan baru masuk tanggal 17 July, dan literally mereka ngga kemana mana, akhirnya pas Lebaran kemarin tercetus ide untuk piknik ke Bogor.

Kenapa Bogor? Satu, karena kita udah lama ngga main ke Bogor. Dua, destinasi pengennya jangan yang terlalu jauh juga, secara masih musim mudik. Maklum, liburan sama orangtua yang udah balik kaya anak kecil ya banyak pertimbangan. Karena bokap udah gampang capek & ngantuk. Tapi kalo udah dijanjiin mau pergi, tiap hari pasti ditagih sebelum hari H 😂.

Karena kakak sekeluarga start dari Depok, jadi saya dan suami jemput orangtua dulu ke rumah. Sabtu (8/7) jam 6.30 pagi kita jalan dengan perut kosong, karena tukang risol langganan masih belum jualan. Hamdalah perjalanan pergi lancar, dan kita sampai di titik pertemuan sekaligus tempat sarapan di Rumah Apel.

Muka muka kelaparan. Dan makanannya enak enak semua, tapi untuk snack pie nya malah lebih suka yg asin ketimbang manis

Kelar sarapan, kita lanjut ke Saung Pemancingan milik teman bokap di daerah Katulampa. Ini hobi ponakan juga, makanya mereka udah siap bawa peralatan mancing pinjeman temannya.

Daripada mancing keributan….

Jadi selama mancing, selalu dapet ikan yang kecil2, dan akhirnya dilepas lagi. Ternyata umpannya kurang gede aja dong. Eeaaa pelit sih!

Gagal mancing karena amatiran semua. Tsk

Hasil tangkepan bisa langsung dimasak. Sebenernya pesen lele goreng juga (ngga kefoto), tapi karena ukurannya jumbo, bagian dalemnya masih basah/kurang matang

Kelar makan siang, kita langsung menuju hotel untuk istirahat sejenak. Kali ini kita menginap di Whiz Prime Bogor, yang ternyata letaknya strategis.

View kamar hotel

Shower Room

Toilet & Wastafel terpisah. Suka sih lay outnya, jadi ngga becek

Kamar Mandi yang terpisah dengan Closet & Wastafel

Karena ponakan udah ngga sabar mau renang, jadilah kita ikutan.

Kolam renangnya ngga terlalu besar. Ketinggiannya cuma 130 m, tapi lumayan lah buat gerakin bodi berbi

Keputusan untuk renang siang bolong (jam 2an) memang tepat, selain karena cuacanya mendung, karena ngga lama lobi check in hotel antriannya udah sampe pintu. Dan setelah kita kelar bilas, orang baru pada berdatengan buat renang. Pastinya bakal jadi cendol tuh kolam, apalagi shower buat bilas hanya ada satu.

Habis berenang timbul lapar. Saya, suami, nyokap dan kakak lalu pergi ke Sop Buah Pak Ewok untuk nyemil manjaah. Yang lain pilih untuk titip buat makan malam di kamar. Ternyata lokasinya terletak di perumahan ngga jauh dari Hotel, namun karena tidak tersedia parkiran, kita harus parkir agak jauh untuk kemudian naik ‘free shuttle’ berupa delman.

Heboh banget karena delmannya bukan tipe yang kokoh

Pesenan suami; Cuanky & Sop Duren (Sop Durennya B aja sih, banyak biji & es batunya)

Seperti biasa, ponakan kalo lagi liburan maunya makan ayam goreng tepung. Jadilah kita mampir dulu di gerai waralaba sebelum ke hotel. Oya, kakak sempet beli kue khas oleh oleh Bogornya Sheeren Sungkar yang menurut dia enak.

Karena yang lain pilih makan malam di kamar, maka hanya saya & suami yang keluar. Berhubung tempat parkir hotel terbatas dan Bogor malam itu macet banget, akhirnya kita makan di Bumi Aki yang bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Malem mingguan di Bogor

Esok paginya, kita semua turun ke Lantai Mezzanine untuk sarapan. Menunya sih ngga terlalu banyak, ada omelette, roti bakar, bubur ayam & kacang ijo, soto bandung, nasi (putih & kuning) & lauk pauk (ayam goreng, ikan gr. tepung dan cah cuciwis), plus buah, aneka jus, infused water dan kopi/teh.

Selesai sarapan, saya, nyokap dan kakak berjalan kaki menuju FO ngga jauh dari Hotel. Dalam perjalanan pulang, eh ngga sengaja kita lihat plang resto Kedai Kita. Karena tahu ponakan yang lagi renang bakal laper, akhirnya kita mampir untuk take away Pizza Kayu Bakarnya.

Balik hotel kita santai dulu di kamar, sambil nunggu waktu check out. Dan setelah kelar urusan hotel, kita langsung menuju tempat makan siang kita; Lemongrass.

Seperti yang sudah diduga, restonya penuh & antri. Tapi ngga lama banget kok, sementara yang lain foto foto di lokasinya yang Instagramable, kita udah dapet tempat duduk. Biarpun rame pengunjung, staffnya sigap, dan pesanan makanan cepat datengnya.

Ruang Indoor dan tempat nunggu antrian

Dapet spot yang strategis, Alhamdulillah

Setelah makan siang, maka kami pamit pamitan karena liburan telah usai. Kakak saya sekeluarga juga beda rute, karena mereka pilih lewat Cibinong. Dan perjalanan pulang kita memang lebih macet, sepertinya karena ada lomba lari Marathon yang diadakan hari itu. Yang rencananya mau beli oleh-oleh asinan bogor pun terpaksa dibatalkan, karena pasti kejebak macet.

Begitulah cerita liburan singkat saya di Bogor, semoga bisa kasih gambaran buat yang mau berkunjung ke Kota Hujan ini.

Notes:

– Di Saung Pemancingan Katulampa, pesan lah makanan sebelum jam makan. Karena bakal lama nunggunya, sebab hampir semua saung juga pada order.

– Hotel di Bogor banyak yang menyediakan fasilitas Delman untuk kebutuhan tamunya. Lumayan buat tambahan pengalaman dan transportasi jarak dekat.

– Parkir Di Lemongrass agak tricky, kalau sudah penuh kita diarahin untuk parkir di RS yang agak jauh dari Resto.

– Lama ngga ke Bogor, baru sadar kalau jalan di Kebun Raya Bogor kini satu arah. Dan Sabtu pagi itu kita lihat banyak orang yang jogging di trotoar KRB yang memang bagus.