My #beautyhack

Masih pada libur yah?

Saya juga. Dan biarpun cuma libur seminggu, tapi berasa lamaaa banget. Ya iyalah, libur cuma ke PRJ! *krai*

Oke, kali ini saya mau ngebahas soal ritual saya dalam menjaga kesehatan, khususnya merawat kulit muka. Karena bukan cantik namanya kalau dalam kondisi sakit. Berhubung selama ini kita terus menerus dibombardir sama Skincare dan kosmetik (mostly dari Korea), baik dari iklan maupun dari review para selebgram.

Sejujurnya, saya termasuk perempuan yang anti sama perawatan kulit pabrikan. Mungkin karena masa muda saya bermasalah dengan kulit muka, yang mrngharuskan saya berpindah pindah dokter kulit. Makanya jadi terbiasa sama racikan obat & kosmetik dokter kulit. Selain memakai bahan kimia, saya juga ragu kalau produk yang diproduksi massal bisa mengatasi masalah kulit sejuta umat.

Hasilnya, saya jadi lebih suka kulit saya sehat (bersih) ketimbang harus menutup dengan kosmetik. Ditambah sehari hari saya juga ngga wajib make up, paling hanya krim pagi (sunblok) dari dokter kalau ingat. Lagipula salah satu dokter kulit saya pernah bilang, bahwa iklan kosmetik & skin care di tv dikemas sangat bagus, sehingga bikin orang jadi kemakan. Padahal belum tentu cocok.

Satu satunya produk skin care yang pernah saya coba adalah SK II, itu juga karena memakai bahan alami. Dan tidak saya teruskan karena punya efek ketergantungan. 

Nah, memasuki usia dewasa (baca:tua) sekarang ini, saya jadi lebih senang memakai bahan alami untuk memelihara kesehatan kulit. Makanya sampai sekarang saya belum kena racun 8 step skin care & kosmetik seperti rangorang.

Nah, berikut ini adalah bahan bahan yang saya gunakan sehari hari untuk kesehatan dan kulit.

1. Lemon/Jeruk Nipis + Madu

Kalau belanja sayur, 2 item ini wajib dibeli. Saya memulai pagi dengan perasan jeruk lemon lokal/jeruk nipis + Madu yang diikuti dengan segelas air & buah.

2. Bahan Sisa Masakan

Nama pun emak emak ya, ngga bisa liat bahan terbuang. Jadilah masker wajah saya adalah bahan makanan yang saya olah hari itu. Jadi olesannya bisa putih telur, jeruk nipis, tomat, madu, dll. Tapi saya usahakan cukup 2 hari sekali, karena dokter kulit pernah bilang kalau buah punya getah yang bisa bikin iritasi.

3. Minyak Kelapa

Minyak kelapa saya oleskan tipis ke muka, bibir, leher dan bagian kulit yang kering. Diamkan dulu sampai kering, baru deh dibawa tidur. Besoknya kulit berasa lembab & kenyal. Jangan lupa ya, untuk yang punya jenis muka berminyak jangan banyak2, nanti malah menutup pori pori. Saya pakainya diseling dengan krim malam dari dokter kulit yang mengandung AHA.

Minyak kelapa ini kadang juga saya minum sih, eh ngga lama saya baca ada penelitian dari Amerika yang bilang minyak kelapa sama berbahayanya dengan minyak lain. Tapi berhubung masih jadi perdebatan, sesekali masih saya minum.

4. Apple Vinegar

Atau Cuka Apel. Nah ini lumayan banyak fungsi diluar maupun di dalam. Sesekali saya campur ke segelas air untuk diminum. Manfaat kesehatannya sih banyak, tapi efek yang paling berasa bahwa cuka apel dapat menekan nafsu makan. Cocok banget buat yang lagi diet. Selain itu, tiap pagi cuka apel saya pakai sebagai toner untuk muka. Cukup ditepukan ke muka pakai kapas. Cuka Apel juga saya pakai buat keramas, alias cuci rambut. Pemakaiannya cukup dicampur ke air segayung, siram, pijit lembut, diamkan lalu bilas hingga bersih. Berhubung aromanya shedap shay, maka pastikan cuci bener2 setelah penggunaan pada muka/rambut. Cuka Apel ngga bikin kulit muka & rambut kehilangan minyak alaminya (ngga bikin kering), jadi menurut saya lebih sehat.

Minyak kelapa 20rb & Cuka Apel 15rb. Hem to the mat!

Kalau kamu, punya ritual apa buat memelihara kesehatan & kulit? Sharing dong, siapa tahu bisa nyontek 😀

Body Butter Junkie

ilivedonce.wordpress.comKalo perempuan lain menggilai kosmetik sehingga disebut make up junkie, saya sepertinya lebih cocok disebut Body Butter Junkie.
Mungkin karena lebih suka ‘merawat’ daripada mengkoreksi, apalagi setelah tahu kalau Ibu mantan bos saya yang biarpun sudah sepuh tapi kulitnya masih bagus karena rajin titip Body Lotion kalo anaknya keliling dunia.

Kenapa Body Butter? karena saya termasuk malas untuk re-apply, ditambah kulit tubuh yang cenderung kering. Saya cukup memakai Body Butter ke seluruh tubuh hanya setelah mandi.

Waktu (lebih) muda dulu, tentunya saya gemar merk Import. Namun, sekarang ini saya lebih suka produk lokal yang bahannya alami. Hampir semua merk & aroma sudah pernah saya coba. Mulai dari aroma kopi, pepaya, coklat, mawar, zaitun, melati…. you name it!

Namun produk Body Butter favorit saya adalah seperti foto di awal. Merk Herborist dengan aroma Pisang & Mangga (wanginya bikin pgn ngerujak), juga produk keluaran Cussons yang wangi vanillanya soft banget. Sedihnya, produk itu susah saya temui di Jakarta. Jadilah, setiap saya pergi ke Solo hal pertama yang saya lakukan adalah borong produk itu.

Ada yang sudah pernah coba merk diatas?