#NoPoo aka #NoShampoo

Pake shampo merk lain? HAHAHAHA *tawa palsu ala Anggun*

Begitulah kondisi gw saat bertahun tahun harus pake shampo keluaran dokter kulit. Dokter bilang, jerawat di punggung gw karena ngga cocok sama shampo yang beredar di pasaran. Jadilah gw udah ngga ngikutin lagi trend shampo pabrikan, dan setia pake shampo buatan dokter kulit.

Sebenernya gw love & hate relationship sih sm shampo dari dokter kulit itu. Satu sisi, jerawat di punggung memang nyata adanya jadi hilang. Tapi shampo itu juga bikin rambut gw makin kering & rontok. Padahal bukan shampo yang berbusa alias full of detergen juga modelnya.

Nah, berhubung gw udah bukan di usia yang masih jerawatan di punggung, gw berencana untuk stop pemakaian shamponya. Lagian gw kayanya udah kebal saking ketergantungan, tapi juga males sih pake shampo pabrikan yang banyak bahan kimia. Bahkan shampo yang diklaim berbahan alami atau herbal juga bikin rontok gw makin parah.

Eh pas banget gw nemu blog klirianeh.com yang ngebahas NoPoo ini. Setelah gw baca dengan seksama, sebetulnya banyak sih bahan alternatif pengganti shampo. Mulai dari lidah buaya, jus lemon sampe lerak. Tapi setelah menimbang & piki2, akhirnya gw putuskan buat pake bahan ini buat mandi basah ­čśÖ.

#NoPoo = #NoShampoo

1. Baking Soda as Cleansing

Biarpun Baking Soda bisa dikonsumsi, namun karena sifatnya yang ‘keras’ (bisa digunakan untuk mengangkat noda & kerak) akhirnya takarannya gw kurangin. Yang mestinya 1-2 sdt dicampur ke segelas air, gw hanya pakai 1/2 sdt dilarutkan di segelas air. Abis diguyur ke kulit kepala, tunggu sampai 3 menit sebelum dibilas hingga bersih.

2. Apple Cider Vinegar (ACV) as Conditioning

Gw pilih karena manfaatnya banyak. Selain buat rambut, juga bisa dipakai sebagai toner muka. Cara pakainya cukup tuang secukupnya ke dalam gelas, lalu usapkan pada rambut & ujung rambut. Diamkan sejenak lalu bilas.

Hasilnya?

– Setelah keramas rambut tetap lembab, mungkin karena minyak rambut yang menyehatkan itu tidak hilang. Bagi sebagian orang sih nganggepnya lepek, tapi buat gw yg rambutnya kering malah suka. Apalagi gw berhijab yg jelas ketutup.

– Kerontokan berkurang drastis. YEAY!

Minus?

– Baunya aduhai semlohai. Ya bayangin aja cuka dibanjur di rambut lo. Malah banyak orang yang pake ACV buat toner or conditioner tanpa dibilas! Padahal udah dibilas pun baunya tetep nempel lho.

– Sedikit repot nyiapin & nuang2 kalo mau keramas. Tapi ngga masyalah ya demi rambut sehat tanpa zat kimia berlebihan.

Sepertinya gw akan tetap lanjut #NoPoo ini selama ngga ada keluhan. Selain bahan yang gw beli harus diabisin, gw juga clueless sama shampo pabrikan. Nanti mungkin akan gw posting lagi efek & manfaat #NoPoo ini dalam jangka panjang. Doain istiqomah yaaaa….

Note: ACV selain buat pemakaian luar, juga bagus diminum secara rutin buat kesehatan. Diantaranya ada juga merk merk lokal yang sudah berlogo Halal. Kalo yang merk ini sih masih suka colongan gw minum ­čśé. ACV bisa dibeli di apotik atau supermarket terdekat di kota anda. 

[ Beauty Product ] Aloe Vera Soothing Gel by Nature Republic

Halo cantik! Kali ini saya akan memberi informasi tentang produk kecantikan yang saya rekomendasikan.

Namanya Aloe Vera Soothing Gel keluaran Nature Republic. Teksturnya ringan banget, berbentuk gel transparan dengan bau khas. Tapi tenang aja, biarpun dari Lidah Buaya, tapi aromanya tidak terlalu kejam kok!

Aloe Vera Shooting Gel by Nature Republic

Aloe Vera Shooting Gel by Nature Republic

Karena bahannya alami, produk ini bisa digunakan di hampir seluruh tubuh (Irit mode on). Dari mulai kulit, wajah, seputar mata, bibir, bahkan rambut.

Fungsinya antara lain untuk melembabkan, menipiskan noda dan bekas luka. Jadilah saya kadang mengganti fungsi pelembab wajah dengan Lidah Buaya ini.

Namun ternyata bukan itu saja fungsi dari Lidah Buaya, berikut saya kutip dari blogdokter.net ;

  1. Mendinginkan kulit yang terbakar sinar matahari terutama bagi mereka yang kerap bekerja di luar ruangan.
  2. Mengatasi masalah kulit yang disebabkan oleh cuaca seperti kulit kering, kemerahan, kulit mengelupas dan iritasi ringan atau ruam.
  3. Memudarkan warna kemerahan pada memar.
  4. Mengatasi rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh alat cukur.
  5. Mengatasi luka bakar ringan.
  6. Digunakan untuk meredakan kulit yang melepuh.
  7. Digunakan sebagai krim anti penuaan dini dan untuk mengatasi keriput.
  8. Mengobati ruam akibat terkena getah tanaman.
  9. Mengatasi rasa gatal akibat gigitan serangga.
  10. Gunakan setiap hari untuk memudarkan bekas luka dan garis garis putih/merah akibat kehamilan atau strecth mark.
  11. Digunakan untuk merawat luka kecil akibat teriris pisau dan tergores.
  12. Digunakan untuk memudarkan bintik bintik kehitaman pada kulit.
  13. Bisa dipakai untuk menggantikan kondisioner dan jelly untuk rambut.
  14. Bisa digunakan untuk mengurangi jerawat.
  15. Digunakan untuk mempercepat penyembuhan sariawan.
  16. Dapat digunakan sebagai body lotion alami.
  17. Untuk meredakan otot yang keram atau menegang. Lidah buaya dapat mengurangi proses peradangan.
  18. Digunakan untuk mengurangi keluhan pada masalah gusi.
  19. Dapat mengurangi ketombe pada kepala.
  20. Pada kaki dapat mengatasi kutu air.

Namun sayangnya, tidak mudah untuk memperoleh produk ini di Indonesia. Dulu saya membelinya waktu Nature Republic membuka bazaar di PIM. Sekarang kita harus mendaki gunung menuruni lembah menuju Mall Lippo Karawaci untuk mendapatkannya. Karena satu satunya outlet Nature Republic hanya ada disitu.

Harganya juga relatif murah, hanya sekitar 50ribuan. Namun saya sempat menitip teman yang kebetulan berkunjung ke Korea. Dan cukup saya tebus di harga 45rb. Harga yang cukup murah untuk manfat yang sedemikian besar, bukan? ­čÖé