Review : Rumah Pasta

Review makanan is back!

Berhubung makanan ini layak di rekomendasikan, namun minim info (karena baru buka seminggu juga) jadilah aku mau sharing pengalaman makan disana.

Penampakan kedai

Lokasi outletnya di samping KFC Bulungan, Blok M. Jadi kita bakal makan di area outdoor pinggir jalan alias kaki lima. Tapi jangan salah yaa, dari kualitas masakannya sih bintang lima banget. Kaya apa tuh? Nanti dijelasin deh.

Disini hanya tersedia satu meja yang kira2 cukup buat sekitar 8 orang. Parkir motor relatif lebih mudah, tapi kalo bawa mobil terpaksa harus numpang di halamannya KFC yg sebenernya juga ngga terlalu luas.

Menu saat saya datang baru ada 3 pilihan topping; rendang, udang pedas & ayam. Saya dan suami pesan masing masing rendang & udang pedas.

Untuk menanti pesanan harus bersabar & usahakan jangan dalam keadaan laper berat. Tamu sebelah saya akhirnya pesan Sate Usus di angkringan sebelah, saking udah ngga nahan. Hal itu karena kru hanya 2 orang (ya masak, ya terima order, ya kasir). Dan semua makanan dibikin dari scratch, alias mereka langsung bikin homemade fettucininya.

Jadi inget dulu saya pernah bikin mie sendiri, dipotongnya manual persis kaya gini. Bedanya saya pake penggaris biar lurus 😂

Mulai dari ulenin adonan sebentar, giling adonan & dipotong manual dengan pisau. Setelah itu direbus sampai al dente, baru mulai diolah. Yang bikin saya penasaran mau coba, karena mereka menggunakan mangkok keju parmesan untuk pastanya.

Fettucini yang siap dicampur Keju Parmesan, sementara aroma wangi tercium dari wajan

Pasta pesanan kita hadir di piring plastik hitam dengan topping yang berlimpah, disertai saos sambal sachet. Karena penasaran dengan rasa asli fettucini nya, saya singkirkan dulu toppingnya ke pinggir. Rasanya enak, terasa sekali creamy tanpa rasa blenek yang berlebihan.

Untuk topping rendangnya tekstur agak keras walau enak. Sementara udang pedasnya adalah udang balado yang ngga kalah pedes dari nyinyiran netizen. Alias pedes gila!

Berhubung udah lewat maghrib jadi agak gelap fotonya

Dari hasil ngobrol dengan krunya (yang salah satunya adalah Chef di Restoran Italia), mereka memang mengutamakan bahan yang fresh dan bermutu. Saya juga sempat menanyakan bahan yang digunakan. Selain kuning telur & keju parmesan, mereka juga menggunakan Cooking Cream (yang dipakai untuk menggantikan Fresh Milk, krn malah membuat rasa pasta nya jadi manis). Bahkan untuk melapisi adonan pastanya mereka menggunakan tepung gandum, yang teksturnya mirip susu bubuk.

Yang saya salut, mas nya kasih penjelasan tanpa ada nada sombong atau menggurui, walaupun saya yakin dia pasti sudah berpengalaman di bidangnya. Bahkan ketika suami saya menanyakan mengapa pasta nya tidak dipotong menggunakan alat, dia dengan jujur bilang bahwa adonannya tidak lentur karena kurang telur.

Dengan penjelasan yang diberikan, rasanya total kerusakan 45k jadi terasa murah. Kami pun pamit sambil berjanji akan datang lagi lain waktu dan mendoakan kesuksesan mereka. Walaupun sebenarnya dalam hati berharap di kunjungan kami berikutnya ada pilihan topping standar semacam smoke beef/jamur. Sebab menurut saya rasa pasta yang sudah kuat, lebih cocok dengan topping yang rasanya lebih netral.