Bandung Trip ’17

Halo…gimana puasanya?

Kali ini saya mau sharing liburan singkat kami di Bandung sebelum Ramadan kemarin. Jadi saya, suami, kakak dan 2 anaknya beserta orangtua kami, memilih Bandung sebagai tujuan dalam rangka libur sekolah.

Perjalanan dimulai dari rumah Orangtua di Cakung seperti biasa. Kami sempat berhenti sekali di Rest Area untuk keperluan buang hajat. Alhamdulillah perjalanan lancar, bahkan lebih cepat dari ekspektasi saya.

Berangkat Senin (15/5) jam 5 pagi, pukul 8 kita sudah sampai di destinasi pertama; Warung Lela. Menurut skedul, kami tiba jam 9 sesuai dengan jam buka WaLe. Sempat khawatir belum dibuka, namun tetehnya bilang ternyata sudah. So, mari kita sarapan dengan pemandangan!

Berhubung kami adalah pengunjung pertama, maka bebas pilih tempat. Kami makan di area outdoor dengan meja & kursi dari kayu panjang. Makan enak & murah, diiringi suara Tenggoret yang riuh dan hawa sejuk, maka nikmat mana yang kamu dustakan?

Makan pagi dengan Yamin khas dari Warung Lela

Berhubung pergi dengan orangtua, maka istirahat adalah koentji. Jadi kami langsung menuju Hotel setelah konfirmasi bahwa kami bisa early check-in.

Kami memilih menginap di Hotel Progo. Pertimbangannya selain lokasi yang strategis, hotel ini juga menyediakan pilihan kamar dengan banyak tempat tidur yang sesuai jika kita pergi secara rombongan.

Big Family Room terdiri dari 2KT, 1KM yang isinya 2 Queen Bed & 1 Single Bed

Setelah istirahat sejenak, saya, suami dan kakak pergi makan siang di Bancakan. Berhubung yang lain memilih untuk makan di hotel, kami berencana membungkus lauk pauk.

Sampai di Bancakan tepat jam makan siang, sehingga kami harus antri panjang bersama orang kantoran. Bancakan adalah Rumah Makan yang memiliki beragam jenis menu. Mulai dari variasi Nasi (Nasi Jeruk, Nasi Liwet, Nasi Timbel) , lauk pauk khas Sunda, minuman (Goyobod, Cincau, Cendol) sampai snack seperti Otak Otak & Rujak Bebeg.

Bingung & kalap beda tipis

pose dulu teh

Yang seger seger

Terbaik!

Selesai makan, kakak saya sempat mampir ke Monster Bite dekat hotel untuk membeli Ayam Goreng Tepung pesanan bocah2. Monster Bite ini adalah outlet kecil (kebanyakan untuk Take Away) ala Fast Food yang menjual Hamburger, Ayam Goreng Tepung, Kentang goreng, Es Milo & Soda. Walaupun harganya murah meriah, tapi rasanya enak lho!

Sorenya, kami kaum perempuan (Saya, kakak & nyokap) jalan kaki ke FO-FO di sekitar Hotel. Fyi, Hotel Progo ini terletak di dekat beberapa FO besar seperti Stamp, Heritage, dll.

Puas belanja, kami mampir ke kedai Belah Doeren yang sudah kita incar, karena letaknya pas di seberang Hotel. 

Tempatnya kecil tapi cantik

Es Duren + Matcha Ice Cream

Selain menyediakan Es Duren dengan berbagai topping, Belah Doeren juga menyediakan aneka Cakes. Kami pun sempat membeli Nastar Duriannya yang lezat.

Setelah itu kami semua pergi ke One Eighty Coffee, Cafe yang sempat happening karena menyediakan kolam di ruang makannya.

Sumber: letsgoeatall.blogspot.co.id

Sebenarnya pergi ke tempat ini hanya untuk menghibur ponakan yang sempet kecewa karena di hotel tidak ada kolam renang & wifi 😛 . Jadilah kami yang masih kenyang ini hanya memesan minum dan take away Pizza untuk cemilan sore.

Untuk makan malam, berhubung bokap sudah kelelahan maka diputuskan makan di Warung Misbar. Lagi lagi dekat hotel. Misbar ini serupa Warung Makan khas Sunda, namun bertema bioskop ala MisBar alias Gerimis Bubar. Mirip mirip dengan Bancakan, tapi ngga terlalu lengkap.

Esok paginya, kami sarapan ala Buffet di Hotel dengan menu Soto Ayam & Mie Goreng. 

Lanjut dengan ramai2 pergi ke Riau Junction untuk beli brownies favorit dari Prima Rasa. Sayangnya, kini sudah tidak lagi tersedia disana.

Sebelum pulang kami sempatkan untuk jalan jalan di seputaran hotel (beli aneka roti organik di Mom’s Bakery yang sepagi itu ramai dikunjungi Ibu2 Sosialita Bandung), jajan Lumpia Basah & Burger, dan balik lagi ke Belah Doeren untuk Nastarnya.

Sekitar jam 11 kami Check Out dari Hotel. Karena jenuh dengan masakan Sunda, kami pilih makan siang di Eat Boss, yang lokasinya pas di seberang Kartika Sari. Eat Boss punya banyak menu pilihan untuk bersantap, mulai dari nasi, pasta, sampai roti.

Sehabis makan, saya, kakak dan Ibu menyeberang jalan ke Kartika Sari. Saya penasaran dengan Banana Cakenya, yang ternyata memang enak & tidak terlalu manis.

Sebelum masuk tol, suami singgah di Pusat Oleh2 untuk membeli Keripik Tempe kesukaannya. Dan berakhir jugalah liburan singkat kita di Bandung yang super menyenangkan ini 😊.

Advertisements

Trip Purwokerto 2017

Awal bulan di 2017 dibuka dengan liburan domestik, yeay!

Jadi ceritanya, salah satu tim kerja kami menikah di daerah Banjarnegara. Awalnya sih kita ngga pengen dateng, karena jauh. Tapi nih anak ngarep banget kita hadir, ya sudahlah. Yuk packing!

Berhubung Banjarnegara kota kecil dan belum ada hotel yang nyaman, akhirnya kita cari daerah sekitarnya untuk transit. Kita butuh hotel nyaman karena masih parno pernah nginep di hotel kecil daerah lembang yg spooky, apalagi trip kali ini ngajak ortu yg kebetulan ada di Jakarta & bulan ini merayakan Ulang Tahun Pernikahan (hadiahnya jalan2 aja ya Mam, Pak 😄).

Pilihan kota untuk transit adalah Pekalongan atau Purwokerto, daerah yang udah punya bbrp jaringan hotel besar. Tapi setelah googling, Purwokerto relatif lebih punya banyak wisata & kuliner yang bisa dieksplor. So, Puerto Rico it is! 😅

Kamis (26/1) sekitar maghrib saya & suami sampai di rumah ortu untuk bermalam sebelum berangkat pukul 3:00 dinihari. Perjalanan Jumat itu relatif lancar, sebelum memasuki jalan alternatif Prupuk. Total ada 4 titik laka lantas di jalan yang hanya pas 2 jalur tersebut. Akibatnya, jadwal kita mundur sekitar 2 jam. Yang rencananya makan siang di Oemah Daun akhirnya skip, mengingat waktu yang udah hampir masuk jam maksi begitu kita tiba di Purwokerto. Yang ada, kita sarapan sekaligus makan siang di tempat yang seharusnya hanya jadi menu brekkie kita. Dimana kah itu? Soto Ayam Kampung H. Loso Jalan Bank tentunyaaaa….

Kuliner yang katanya wajib, tapi saya pribadi sih ngga doyan 😂

Tempat makannya ada 2 yang saling hadap hadapan. Yang satu lebih kecil dan ngga ada parkir mobil, akhirnya kita makan di resto depannya yang katanya masih satu dapur.

Tampak depan, ada buah durian imitasi yang menggantung di atas pintu. Saya baca reviewnya disini juga menjual es durian. Memasuki restonya, di bagian depan langsung dapur dan toko snack. Di dindingnya banyak foto pejabat & artis yang pernah makan disitu. Tampaknya Pak Haji Loso eksis juga untuk urusan futu2 hehehe.

Ngga lama, datanglah 4 porsi soto dan 2 porsi es duren pesanan kita. Isian sotonya ada lontong, kerupuk aci & kerupuk mie, bihun, dan suwiran ayam kampung. Entahlah, menurut saya sotonya kurang asin dan di meja tidak disediakan garam. Overall soto ini bukan selera saya sih. Menurut saya, justru es durennya yang juara. Duren asli tanpa biji ukuran besar, ditambah gula merah dan kuah susu yang ringan. Disini Ibu saya sempet membeli kerupuk mie yang dijual perpak cuma 5000 perak.

Kenyang makan, kita langsung menuju Hotel Santika Purwokerto untuk check in. Hotelnya tampak baru, petugasnya ramah & sigap. Untuk welcome drink disajikan Wedang Ronde. Setelah masing masing mendapat kunci kamar, kita semua langsung tidur untuk istirahat. 

Jam 3 sore, kita siap untuk menjelajah Purwokerto. Dibuka dengan Niki Eco yang terkenal dengan es durennya. Hujan deras ngga menghalangi kita untuk minum2 dingin. Sayang, begitu sampai disana, mie ayamnya sudah habis, dan hanya tersedia es durennya. Oke, ngga masalah akhirnya kita pesan 3 porsi duren kopyor & duren original.

Masih penasaran sama mie nya!

Tapi sejujurnya, kita semua lebih suka es durennya Haji Loso. Es duren Niki Eco kuah susu coklatnya terlalu mahteh, ditambah durennya kecil2 dan lebih banyak kopyor. 
Disinilah serunya wisata kuliner. Yang di review sama ngerasain sendiri seringkali berbeda. Haji Loso yang terkenal sotonya malah kita lebih suka es durennya ketimbang Es Durennya Niki Eco.

Karena masih lapar, kita langsung menuju ke Bakso Sami Asih untuk isi perut. Tapi setelah sampai disana ternyata Bakso & Soto Sami Asih tutup setiap jumat. Ngga pake lama, meluncurlah kita ke option kuliner berikutnya; Bakso Pekih, yang letaknya di jalan kecil perumahan. 

Warung bakso yg rame & canggih, karena pesanan langsung diteruskan ke dapur via gadget

Pesanan kita antara lain; bakso polos, bakso telor, bakso urat, dan bakso urat + tetelan. Ternyata disini bakso yang disajikan sesuai dengan pesanan. Jadi kalau kita pesan bakso telor, yang kita dapat hanya 3pcs bakso telor. Tidak dicampur dengan bakso polos seperti warung bakso kebanyakan. Jadi, kalau mau pesan lagi lain kali sebaiknya sistem sharing & dikombinasikan dengan bakso polos. Jadi semua orang ngga terlalu kekenyangan dan puas icip2.

Puas nge-bakso, kita langsung menuju ke Sentra Batik di daerah Kauman, Sokaraja. Dari hasil browsing, yang paling tersohor adalah Rumah Batik Anto Djamil. Dan walaupun tidak seluas dan sekomplit Toko Batik Salma di Cirebon, koleksi Batik Banyumas warna & motifnya menggemaskan 😍.

Kelar belanja, kita langsung balik ke hotel sebelum siap2 buat makan malem. Makan malem sengaja kita pilih menu Angkringan, karena selain doyan, juga karena perut sebenernya ngga terlalu laper. Dan makan nasi kucing adalah pilihan tepat karena porsinya kecil. Angkringan Kang Moel yang letaknya di pinggir jalan dekat kampus Unsoed kita pilih. Lauknya lumayan komplit dan enak, kita juga bungkus bbrp nasi & lauk untuk orangtua saya yang memilih makan malam di kamar hotel.

Habis makan malam, kita menuju Choco Klik untuk dessert dan beli coklat buat oleh2 ponakan

Sayangnya begitu sampai, saya malah ngga selera sama display cakesnya. Akhirnya disana kita hanya beli coklat batangan untuk buah tangan.

Esok paginya, saya bangun awal untuk nge-gym dan renang. Gym nya kecil saja, menghadap kolam renang dan hanya tersedia treadmill dan sepeda statis. Kolam renang pun demikian, ukurannya kecil dan terletak di samping restoran. Jadi yang mau renang harus melewati ruang makan dulu.

Setelah renang, kita sarapan di pinggir kolam renang. Santika Hotel seperti biasa punya menu sarapan yang beragam. Bahkan menu lokalnya pun juga ngga kalah banyak. Kemarin itu selain menu standar seperti bubur ayam, omelet, salad bar, cereal, roti, nasi & lauk pauk. Juga ada menu Soto Ayam/Daging, Pecel Mendoan, Tempura, Steamboat, Nasi Kuning, Nasi Uduk dengan lauk tradisional. Yang saya suka, Santika Hotel juga menyediakan minuman sehat seperti Jus buah sayur, jamu, wedang ronde dan infused water.

Ku bahagia ketemu jamu 😘

Minuman sehat & enak yg surprisingly suami bisa habis 3 gelas, dan minta dibikinin di rumah. Yaaas!

Kelar sarapan, kita bersiap2 untuk kondangan di Banjarnegara dan langsung check out, sebelum langsung ke Jakarta.

Happy Wedding Ade! Jangan resign dulu yaaa, kita kan msh mau jalan2 😂

Notes:

– Jangan lupa nyobain aneka cemilan di Soto Ayam Kampung Haji Loso. Mendoan dan tahu isi ikan yang disajikan panas panas di tiap meja. 

– Waktu makan di Bakso Pekih, Ibu saya dapet Bakso Urat yang kasar & keras, bikin acara makan beliau jd ngga nyaman krn dikit2 harus melepeh uratnya. Tapi suami yang sama2 pesen bakso urat ngga sih.

– Berhubung kena macet & cuaca buruk, sayang sekali kita belum kesampaian untuk wisata alamnya di daerah Baturraden. Padahal di itinerary saya masukkan Curug Jenggala, Telaga Sunyi & Pancuran 7 (pengen banget mandi, masker dan pijet belerang 😔).

– Baru tahu kalau ternyata daerah Banjarnegara sekitarnya durian melimpah, dan es duren ada dimana2. Di perjalanan menuju Banjarnegara, tepatnya di daerah Purbalingga, mobil kita sempet melewati warung es duren kecil di pinggir jalan sebelum jembatan yang rame banget! Karena penasaran, pulangnya kita mampir untuk take away. Ketika dikasih tahu kalau Esnya akan dibawa sampai Jakarta, pemilik warung langsung mengemas es duren dengan rapi, lengkap dengan es batu, styrofoam dan kardus. Padahal kita hanya beli 3 porsi aja dan warungnya pun sederhana banget. Eh-mey-zing!

– Dalam perjalanan balik ke Jakarta, kita sempat mampir makan malam di daerah Tegal. Tepatnya di Sate Tegal Wendy’s di daerah Mendo.

Ini petjahhh! Udahlah enak & murah bgt…

Warungnya rame, dan kita kehabisan gulainya. Sate kambing disini disajikan diatas hotplate. Saking enaknya suami sampai bertekad untuk balik lagi kalau ada kesempatan.

Sampai ketemu di review liburan berikutnya! Semoga secepatnya yaaa