Mikir Iseng

Kalau horang kayah masuk surga kira2 bakal komplain ngga ya sama Tuhan?

“Ya elah Bro, kalo yang beginian mah gw juga udah ngalamin di dunia”

Moral Of The Story:

Berupayalah masuk surga biar kamu bisa membuktikan kalau semevah-mevahnya dunia, tetep ngga akan bisa ngalahin surganya Allah. 

ps: Postingan ini terinspirasi dari cerita Suami yang abis berkunjung ke rumah pemilik 600 gerai makanan yang bak hotel.

Sekian.

Sepenggal Kisah Kehidupan

Mau sharing kisah nyata boleh ya? Tujuannya sih sekedar berbagi pengalaman hidup orang. Syukur2 bisa jadi bahan renungan, khususnya tentang Pernikahan.

Jadi ini nyeritain pengalaman hidup sahabatnya Suami (sebut aja Dave). Mereka ini sebenernya ngga sepantaran (lebih tua Dave bbrp tahun), namun karena udah kenal lama di suatu komunitas, akhirnya deket dan saling curhat sampe sekarang.

Flashback dikit, suami yang waktu itu baru lulus kuliah, kenal Dave, yang saat itu statusnya adalah Ayah beranak 2. Istrinya (E) bekerja di Perusahaan Multinasional, sementara Dave adalah fotografer freelance. Singkat cerita, Dave ini sangat keberatan karena mertuanya (orangtua E), melarang mereka untuk hidup mandiri dan keluar dari rumah keluarga E. 

Menurut suami, Dave & E pernah keluar dari rumah, dan menyewa rumah yang masih berdekatan dengan keluarga E. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Hanya sekitar setahun kemudian mereka kembali lagi tinggal bersama keluarga besar E. Saya kurang tahu apa penyebabnya.

Skip skip, beberapa tahun lalu Dave curhat ke suami kalau rumahtangganya bermasalah, dan hampir memutuskan untuk berpisah. Di tengah kegalauan Dave, dia malah menjalin hubungan dengan perempuan lain (sebut aja P) yang juga di komunitas yang sama. Bahkan mereka pernah bermesraan di depan anak Dave saat liburan bareng ke luar negeri.

Akhirnya, Dave pun bicara ke E kalau dia berniat bercerai & akan menikahi P. Namun E menolak bercerai demi anak, dan mempersilahkan Dave untuk berpoligami. Ngga lama kemudian Dave pun menikahi P (yang menjadi mualaf) secara siri. 

Setelah Dave menikah yang kedua kalinya, E & P (yang bekerja di BUMN) memutuskan resign. Sampai disini bisa kebayang ngga? Seorang lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap harus menanggung hidup 2 perempuan & 2 anak yang masih sekolah. 

Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, Dave & P kemudian hijrah ke Bandung untuk memulai usaha suplier bahan makanan untuk restoran. Mereka menyewa apartemen kecil sebagai tempat tinggal sekaligus gudang penyimpanan. Dave akan bergantian ke Jakarta menjenguk anaknya, atau E dan anak2 yang akan ke Bandung.

Waktu kami honeymoon dan singgah di Bandung, suami mengajak saya untuk mampir ke apartment mereka. Dan kebetulan saat itu E dan anak2 nya juga ada di Bandung. Disitulah saya mendapati pemandangan yang tidak lazim. Dimana seorang suami, istri pertama, istri kedua, beserta anak2 mereka tinggal dalam satu rumah. Anak2 memanggil Mama & Bunda ke istri2 Dave. Bahkan E & P kompak pergi berdua mengantarkan bahan makanan ke customer. Amazing!

Namun, keadaan berubah setelah usaha mereka di Bandung bangkrut. Di tengah kondisi tersebut, Dave sempat mengatakan kalau dia menyesal menikahi P, karena beda dengan E yang bisa diajak diskusi. Namun nasi sudah menjadi bubur, akhirnya Dave & P balik ke Jakarta dan tinggal di rumah orangtua Dave, dan E serta anak anak tinggal bersama keluarga besarnya. 

Lama ngga ada kabarnya, Suami akhirnya tahu kalau Dave & E sudah pisah secara agama. Sementara hidupnya dengan P juga tak kalah ironis. Harus tidur terpisah karena rumah orangtua Dave sebenernya tidak cukup menampung mereka. Untunglah P & Dave akhirnya mendapat pekerjaan, dan bisa menyewa rumah untuk ditempati.

Minggu kemarin (26/3), ada pertemuan komunitas yang dihadiri suami dan Dave. Saat itu Dave datang dalam kondisi lusuh & stress, dan dari cerita nya diketahui bahwa E terkena stroke. Yang bikin Dave sedih adalah ketika ia berniat menjenguk E, keluarga besar E tidak mengijinkan Dave masuk. Padahal menurut Dave, E sangat ingin bertemu Dave. Yang menyedihkan lagi, pernah saat Dave menelpon E dengan bantuan anaknya, HP yang dipakai langsung direbut oleh keluarganya.

Puncaknya adalah ketika Kamis kemarin (30/3), kami mendapat kabar kalau E telah meninggal dunia. Segera lah kami menuju kediaman Almarhum untuk melayat. Walaupun sesuai dugaan, beberapa kerabat E tampak tidak senang menyadari kalau kami adalah kawan Dave. Bahkan keluarga Dave yang ikut melayat, tidak membaur dengan keluarga E. Dave tampak sangat terpukul, entah apa yang ada di pikirannya saat itu.

Sampai saat ini itulah yang terjadi pada episode kehidupan Dave. Saya tidak sanggup membayangkan bagaimana interaksi Dave dengan 2 anaknya kelak.

Yah, begitulah rumit & abstraknya kehidupan manusia. Kalau bukan melihat sendiri kadang ngga percaya yang seperti ini bisa terjadi. Saya tidak akan memihak pihak manapun, karena saya yakin kita semua cuma orang luar yang tidak menjalani. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian diatas. 

Bahagia ku di Lulu

Hujan telah tiba…..

Seharian pula sabtu kemarin. Bener2 cuaca yang pas buat wiken, yang saya habiskan di rumah orangtua. 

Ketika mendengar nyokap jatuh kepleset waktu lagi jemur baju, saya dan kakak sepakat untuk sama sama mengunjungi orangtua untuk jenguk dan lihat kondisinya. Kakinya sih udah dipijet, tapi masih berasa sakit dan kaku menurut nyokap. Akhirnya kita mau lihat dulu perkembangannya, sebelum dibawa ke pijat khusus kesleo. So far sih kakinya baik2 saja dan masih bisa berjalan walau pelan.

Seperti biasa, agenda kita kalau lagi di rumah nyokap adalah pergi ke Lulu Hypermarket. Selain dekat rumah, kita hobi kesana karena isinya makanan unik, komplit, dan harganya lumayan miring.

Fyi, Lulu Hypermarket adalah retail chain dari Arab, yang memang (masih) hanya satu di Indonesia. Saya juga kurang paham kenapa daerah Cakung dipilih sebagai lokasi dibukanya Lulu (yang menempati tempat ex-Super Indo). Yang jelas, beberapa kali kesana memang sering menemukan orang Timur Tengah yang lagi berbelanja.

Nah, sekarang saya mau tunjukin kenapa saya terobsesi sekali dengan Lulu. Bahkan saya pernah bercita cita punya rumah di Taman Modern yang posisinya di samping Lulu persis, biar bisa tiap hari kesana. lol

Must Buy!

Nah ini yang wajib dibeli kalau ke Lulu, Roti Baguette/Bruschetta yang tinggal lep karena sudah ada isiannya. Bahkan kita bisa minta dipotongin ke petugasnya. Sebaiknya sih datang pagi pas jam buka yang masih sepi, karena saya pernah mergokin seorang ibu yang memilih sampai mengeluarkan roti dengan tangannya, walaupun sudah ada peringatan untuk tidak memegang langsung.

Cake Slice dengan harga yang lebih murah. Favorit saya disini adalah Crepes Greentea

Whole Cakes

Cemilan Timur Tengah

Di Lulu juga bagian Bread Pastry nya lumayan lengkap, bahkan ada juga kue khas dari Timur Tengah.

Ena enaa

Aneka jajanan Timur Tengah yang bikin penasaran

Aneka Salad Sayur & Buah

Di bagian Salad & Sayuran ini juga menjual dip sauce / salad dressing. Suka tersedia hummus kesukaan saya juga lho!

Salad yang model timbangan (ada sayur & buah)

Jus Mentimun, Jus Anggur, Jus Semangka, etc

Ada infused water kurma!

Makan sehat tapi murah? Ailaf!

Sushi Station

Ludes dalam sekejap!

Tips Belanja di Lulu Versi Saya;

– Usahakan mengambil flyer saat memasuki Hypermarket, untuk lebih mengetahui item mana yang lagi diskon. Sering ke Lulu bikin saya paham, kalau ada beberapa item yang sering mengadakan promo harga murah.

– Rata rata makanan dijual dengan sistem timbangan. Karena banyak yang harus dicoba, saya selalu minta petugas untuk ambil 100gr aja dari masing2 item. 100gr itu minimal beli kalau diambilin petugas (kakak saya pernah ambil kerang sendiri dan dibawah 100gr). Seringnya sih lebih dari 100gr dikit, tapi ngga masalah kok.

– Di Lulu juga menjual bahan makanan seperti buah, daging, ayam, ikan & seafood, telur, dll. Harganya kadang bahkan lebih murah dari di pasar. Saya selalu membeli aneka macam daging seperti daging giling, tumis, atau rawon untuk stok. Sampai rumah, langsung saya kukus/rebus biar bertahan lama.

– Lulu juga menyediakan semacam makanan cepat saji seperti Pizza, Soto, Nasi Briyani, Nasi Kebuli, Sashlik, Masala, Ayam Panggang/ Goreng Tepung, Sosis Bakar, dan aneka lauk yang bisa disantap di tempat.

– Kerang hijau yang dijual di Lulu kurang oke, karena cangkangnya sudah banyak yang terbuka. Saran saya beli saja kerang dara yang masih lebih fresh.

– Bahwa ternyata Ikan Dori adalah Ikan Patin, adalah hal yang saya ketahui dari Lulu 😂

Oke, sekian dulu dari saya. Nanti kalau ada lagi saya update yaaa…

Happy Shopping!

Spoil Brat Mode On

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami kecelakaan kecil di dapur saat hendak menyiapkan makan malam. Lagi mau mengiris ujung bawang putih…slash, teriris lah ruas jari telunjuk saya. 

Well, sebenernya sebagai tukang masak amatir, tangan saya pernah juga lah beberapa kali kena irisan pisau. Tapi entahlah kali ini saya agak panik, mungkin karena sayatannya agak dalam, jadilah darah tidak kunjung berhenti walau sudah saya tekan dan dialiri pancuran air. 

Mana waktu itu persediaan tensoplast lagi habis, segera saya telp suami untuk pulang dan bawain tensoplast. Untungnya lokasi suami masih dekat rumah. Tapi sementara saya nunggu, sontak saya merasa kepanasan luar biasa. Keringat bercucuran, ditambah saat itu saya belum makan berat sehabis buka puasa. Untunglah ngga lama suami dateng lengkap dengan alkohol, kassa dan perban *lebay. 

Eits…bukan kode pilkada ya!

Setelah dibalut tensoplast, karena masih berasa nyut nyutan & perih kalau terkena air. Ditambah saya merasa lemas sekali setelah peristiwa itu, saya ngga mood buat lanjutin masak. Suami sih udah mau jajan aja buat makan malem, tapi saya tolak karena lauk ikan bakar sudah matang. Akhirnya, suami yang masak nasi dengan intruksi saya. Dan tumis kangkung yang sedianya buat lauk sayur, ditiadakan. Untunglah saya sempat mengiris beberapa ketimun sebelumnya. Jadilah makan malam kita hari itu ikan bakar dengan lalap ketimun. 
Setelah peristiwa itu, entah kenapa nafsu masak (bukan makan) saya menguap. Bahkan hampir trauma untuk pegang pisau lagi. Sehari setelahnya memang saya ngga sentuh pisau sama sekali. Bikin mie instan pun, yang biasanya saya kasih bumbu bawang putih, irisan cabe & daun bawang, kini hanya berteman telur saja.

Tapi cencu saja kondisi ini ngga bisa dibiarin lama lama. Maklum, sini bukan inces yang bisa makan enak tanpa harus masak dulu 😞. Apalagi, saya harus mulai siapkan lauk pauk untuk bekal kerja minggu depan. Akhirnya ya alamiah aja, saya mulai dengan siapin menu & bahan yang harus dibeli seperti biasa. Pagi banget jalan ke pasar & belanja bumbu di tukang sayur. Lanjut deh masak memasaknya, tapi kali ini hati hatiiii banget.

Pesan saya buat kaum hawa yang wajib turun ke dapur. Biasakanlah memasak tanpa banyak pikiran kaya saya yang over-thinking ini. Kenapa? Karena cewek masak mainannya berbahaya. Pisau lah, kompor lah, cobek lah. Jadi konsentrasi dan fokus itu penting. Sebelum saya teriris pisau itu, saya sempat mengecek WA. Di situ ada pesan dari kakak saya di group yang sepertinya nyasar. Lagi mikir2 kenapa dia bisa WA kaya gitu, ilang konsentrasi, dan terjadilah insiden itu. Lucunya, saat saya konfirmasi ke kakak saya maksud pesan dia itu. Eh dia bilang bukan dia yang ngetik, melainkan anaknya yang masih kelas 1 SD. Hadeuuh!

Jepang Takajuik* Moment

HIS Amazing Sakura - Blogger Competition“>

Beberapa tahun lalu, saya dan beberapa teman kuliah (berlima & cewek semua) berkesempatan untuk reuni sekaligus liburan ke Jepang.

Me & squad

Ini hal yang ngga pernah terpikirkan sama sekali oleh kita. Dulu, jaman kuliah yang di dompet cuma ada duit 5000 perak istilahnya, mana kebayang bisa pergi liburan bareng, apalagi ke Jepang (yang mitosnya salah satu negara mahal). Bahkan reuni sekaligus liburan ini terjadi setelah 11 tahun kita lulus kuliah, iya kami setua itu 😂.
Setelah beberapa kali ketemuan untuk booking pesawat, hotel, dan membahas itinerary, kami sepakat untuk pergi wisata ke Jepang akhir Februari 2012. Tadinya sih kita ingin menikmati Jepang di musim semi, apalagi menurut salah satu teman, banyak festival seru yang diadakan saat itu. Tapi apa daya, tiket Promo Air Asia kami hanya berlaku di saat masih musim dingin.

Winter in Japan

Walaupun perjalanan kami lumayan melelahkan, karena harus transit 4 jam di KL, tapi wisata kali ini -surprisingly- membuat saya langsung menjadikan Jepang sebagai negara favorit di Asia. Inilah yang saya sebut Jepang Takajuik Moment. Ingin tahu mengapa Jepang begitu menakjubkan? Berikut alasannya,
1. Visa yang Mudah & Cepat.

Bahkan sebelum saya tiba pun, saya sudah merasakan betapa orang Jepang sangat menghargai turis yang akan mengunjungi negaranya. Hal ini terlihat dari efisiensi mereka dalam pengurusan Visa. Semua proses dipermudah, cepat, dan jelas. Jadi jangan ragu untuk datang dan mengurus Visa Jepang sendiri.

2. Jepang Ternyata Tidak Semahal ITU.

– Penginapan

Kami menginap didaerah Osaka (Hostel Chuo) & Tokyo (Hotel Sakura) yang nyaman,strategis dengan harga terjangkau (Ratenya saat itu hampir sama dengan harga kamar Hotel menengah di Bali). Bahkan di Osaka, kamar kami berupa kamar tradisional khas Jepang yang dilengkapi dengan kimono & tatami. Sungguh pengalaman yang unik dan berkesan!

Tipe Kamar Dormitori di Hostel Chuo

Ruang makan dimana kita bisa ngobrol sama sesama turis mancanegara

Mencoba kearifan lokal ala Jepang

Foto di dinding Hotel. Tebak kita yg mana?

– Transportasi

Walaupun Jepang transportasinya dikenal mahal, namun banyak alternatif yang bisa dipilih untuk menghemat budget. Contohnya, untuk perjalanan antar kota. Daripada menggunakan Shinkasen yang mahal, kami memilih menggunakan Bus Malam Willer dalam perjalanan Osaka – Tokyo – Osaka yang tarifnya hanya separuh dari Shinkansen. Dengan Bus Willer pula, kita dapat berhemat biaya Hotel karena perjalanan berlangsung semalaman. Apalagi Bus ini sangat nyaman dengan re-clining seat & penutup kepala. Bahkan ketika larut malam lampu dimatikan dan Bus melaju kencang, saya sempat mengira kalau sedang berada di dalam pesawat hehe.

Pulang pergi dapet Bus yang interiornya semua pink. Gemes!

Ini bukan di-creambath. Tapi ada Head Cover buat penumpang Bis

– Makanan

Ini yang paling bikin saya takjub. Biasanya bila sedang liburan di negeri orang, saya seringkali kangen masakan Indonesia. Tapi tidak di Jepang, karena kuliner mereka betul betul beragam, menggoda karena memanjakan mata, enak, segar, sehat dengan harga yang terjangkau. Bahkan di convenience store seperti 7-11 atau Lawson yang sepertinya tiap lima langkah ada, makanannya sangat menggugah selera. Untuk makanan berat, kami sering makan di Yoshinoya yang harganya mirip dengan Foodcourt di Jakarta. Namun dengan porsi yang lebih besar dan rasanya lebih enak.

Yoshinoya Japan

Bento & roti di convenience store

Seafood @ Tsukiji Market

Jajanan Jepang

Sushi!

Yang haus yang haus…

– Belanja
Jepang termasuk destinasi surga belanja buat orang Indonesia. Bagaimana tidak? Barang dari yang murah sampai mahal tersedia disana. Banyak fashion merk lokal Jepang yang keren & murah. Belum lagi toko semacam Daisho yang menjual pernak pernik lucu & perlengkapan rumah tangga dengan satu harga.

3. Kebaikan & Keramahan Warga Jepang

Jadi gini ya, biarpun kita datang ke negara yang keindahan alamnya luar biasa tapi warganya tidak bersahabat, apa kita betah? Nah Jepang adalah negara yang unik menurut saya. Walaupun orangnya sangat modern (berjalan cepat, penggemar barang bermerk), tapi masih menjunjung tinggi budaya dan adat ketimuran. Saya sangat terkesan akan kebaikan Orang Jepang dalam membantu sesama, dan beruntung selama disana saya beberapa kali mendapat pengalaman soal ini. Dimulai dari waktu kita tiba di Osaka saat tengah malam yang dingin, dan harus berjalan kaki mencari Hostel. Kita didatangi seorang pemuda Jepang yang langsung menawarkan diri untuk mengantar ke tempat tujuan. Pemuda ini kuliah di universitas Amerika lho, tapi dalam kepulangannya ke Jepang masih mau mengantar turis. Dan selanjutnya, sering kali kita diantar orang Jepang ke tempat tujuan, walaupun awalnya kita hanya menanyakan arah. Padahal jaraknya lumayan jauh dari tempat kita bertanya, apalagi sempat ada seorang bapak yang mengantar kita sudah mengenakan seragam kerjanya. Lucunya, pernah saya bertanya petunjuk arah menuju hotel ke seorang siswi sekolah. Setelah dia mengecek ponselnya, lalu menjelaskan arah yang harus dituju. Karena ragu dengan petunjuk dari dia, saya bertanya lagi ke seorang polisi, dan menemukan hotel yang saya tuju. Ngga jauh dari hotel, tiba tiba siswi tadi menyusul saya! Sambil minta maaf kalau petunjuknya salah, dan mengantar saya hampir ke hotel. Terharuuuu. 

Kebaikan dalam hal lain sempat dialami seorang kawan saya. Saat memilih oleh oleh di toko suvenir, dia tidak sengaja memecahkan beberapa barang. Setelah dia minta maaf dan bersedia mengganti barang yang pecah, si pemilik toko ternyata tidak mau. Dia hanya mengijinkan teman saya membayar seharga barang yang dibelinya saja. Ish, ini orang Jepang pada makan apa sik, kok bisa baik bener jadi manusia? 

Thanks for your help & hospitality 😍😘

Nah, karena saat ini saya sudah menikah. Ingin sekali suatu saat saya bisa kembali liburan ke Jepang bersama suami. Kalau kami nantinya berniat untuk berpetualang berdua, langkah awal tentunya kami harus mencari tiket penerbangan murah ke Jepang & akomodasi lainnya, yang pastinya tinggal diklik disini HAnavi.
Tapi karena kita berdua sadar kalau ngga pinter bikin itinerary, namun tetap ingin jadwal dan aktivitas selama di Jepang bisa teroganisir dengan baik. Kemungkinan kita akan memilih Paket Tour Jepang sebagai teman perjalanan dalam wisata ke Jepang berikutnya.

Doakan ya semoga tahun ini saya dan suami bisa menikmati Sakura di Jepang bersama His Travel Indonesia , dan pulang membawa bayi ‘made in Japan’, yang gedenya nanti bisa menuntut ilmu di Jepang 😝. Aamiin!

Takajuik* = Terkejut dalam Bahasa Minang

Trip Purwokerto 2017

Awal bulan di 2017 dibuka dengan liburan domestik, yeay!

Jadi ceritanya, salah satu tim kerja kami menikah di daerah Banjarnegara. Awalnya sih kita ngga pengen dateng, karena jauh. Tapi nih anak ngarep banget kita hadir, ya sudahlah. Yuk packing!

Berhubung Banjarnegara kota kecil dan belum ada hotel yang nyaman, akhirnya kita cari daerah sekitarnya untuk transit. Kita butuh hotel nyaman karena masih parno pernah nginep di hotel kecil daerah lembang yg spooky, apalagi trip kali ini ngajak ortu yg kebetulan ada di Jakarta & bulan ini merayakan Ulang Tahun Pernikahan (hadiahnya jalan2 aja ya Mam, Pak 😄).

Pilihan kota untuk transit adalah Pekalongan atau Purwokerto, daerah yang udah punya bbrp jaringan hotel besar. Tapi setelah googling, Purwokerto relatif lebih punya banyak wisata & kuliner yang bisa dieksplor. So, Puerto Rico it is! 😅

Kamis (26/1) sekitar maghrib saya & suami sampai di rumah ortu untuk bermalam sebelum berangkat pukul 3:00 dinihari. Perjalanan Jumat itu relatif lancar, sebelum memasuki jalan alternatif Prupuk. Total ada 4 titik laka lantas di jalan yang hanya pas 2 jalur tersebut. Akibatnya, jadwal kita mundur sekitar 2 jam. Yang rencananya makan siang di Oemah Daun akhirnya skip, mengingat waktu yang udah hampir masuk jam maksi begitu kita tiba di Purwokerto. Yang ada, kita sarapan sekaligus makan siang di tempat yang seharusnya hanya jadi menu brekkie kita. Dimana kah itu? Soto Ayam Kampung H. Loso Jalan Bank tentunyaaaa….

Kuliner yang katanya wajib, tapi saya pribadi sih ngga doyan 😂

Tempat makannya ada 2 yang saling hadap hadapan. Yang satu lebih kecil dan ngga ada parkir mobil, akhirnya kita makan di resto depannya yang katanya masih satu dapur.

Tampak depan, ada buah durian imitasi yang menggantung di atas pintu. Saya baca reviewnya disini juga menjual es durian. Memasuki restonya, di bagian depan langsung dapur dan toko snack. Di dindingnya banyak foto pejabat & artis yang pernah makan disitu. Tampaknya Pak Haji Loso eksis juga untuk urusan futu2 hehehe.

Ngga lama, datanglah 4 porsi soto dan 2 porsi es duren pesanan kita. Isian sotonya ada lontong, kerupuk aci & kerupuk mie, bihun, dan suwiran ayam kampung. Entahlah, menurut saya sotonya kurang asin dan di meja tidak disediakan garam. Overall soto ini bukan selera saya sih. Menurut saya, justru es durennya yang juara. Duren asli tanpa biji ukuran besar, ditambah gula merah dan kuah susu yang ringan. Disini Ibu saya sempet membeli kerupuk mie yang dijual perpak cuma 5000 perak.

Kenyang makan, kita langsung menuju Hotel Santika Purwokerto untuk check in. Hotelnya tampak baru, petugasnya ramah & sigap. Untuk welcome drink disajikan Wedang Ronde. Setelah masing masing mendapat kunci kamar, kita semua langsung tidur untuk istirahat. 

Jam 3 sore, kita siap untuk menjelajah Purwokerto. Dibuka dengan Niki Eco yang terkenal dengan es durennya. Hujan deras ngga menghalangi kita untuk minum2 dingin. Sayang, begitu sampai disana, mie ayamnya sudah habis, dan hanya tersedia es durennya. Oke, ngga masalah akhirnya kita pesan 3 porsi duren kopyor & duren original.

Masih penasaran sama mie nya!

Tapi sejujurnya, kita semua lebih suka es durennya Haji Loso. Es duren Niki Eco kuah susu coklatnya terlalu mahteh, ditambah durennya kecil2 dan lebih banyak kopyor. 
Disinilah serunya wisata kuliner. Yang di review sama ngerasain sendiri seringkali berbeda. Haji Loso yang terkenal sotonya malah kita lebih suka es durennya ketimbang Es Durennya Niki Eco.

Karena masih lapar, kita langsung menuju ke Bakso Sami Asih untuk isi perut. Tapi setelah sampai disana ternyata Bakso & Soto Sami Asih tutup setiap jumat. Ngga pake lama, meluncurlah kita ke option kuliner berikutnya; Bakso Pekih, yang letaknya di jalan kecil perumahan. 

Warung bakso yg rame & canggih, karena pesanan langsung diteruskan ke dapur via gadget

Pesanan kita antara lain; bakso polos, bakso telor, bakso urat, dan bakso urat + tetelan. Ternyata disini bakso yang disajikan sesuai dengan pesanan. Jadi kalau kita pesan bakso telor, yang kita dapat hanya 3pcs bakso telor. Tidak dicampur dengan bakso polos seperti warung bakso kebanyakan. Jadi, kalau mau pesan lagi lain kali sebaiknya sistem sharing & dikombinasikan dengan bakso polos. Jadi semua orang ngga terlalu kekenyangan dan puas icip2.

Puas nge-bakso, kita langsung menuju ke Sentra Batik di daerah Kauman, Sokaraja. Dari hasil browsing, yang paling tersohor adalah Rumah Batik Anto Djamil. Dan walaupun tidak seluas dan sekomplit Toko Batik Salma di Cirebon, koleksi Batik Banyumas warna & motifnya menggemaskan 😍.

Kelar belanja, kita langsung balik ke hotel sebelum siap2 buat makan malem. Makan malem sengaja kita pilih menu Angkringan, karena selain doyan, juga karena perut sebenernya ngga terlalu laper. Dan makan nasi kucing adalah pilihan tepat karena porsinya kecil. Angkringan Kang Moel yang letaknya di pinggir jalan dekat kampus Unsoed kita pilih. Lauknya lumayan komplit dan enak, kita juga bungkus bbrp nasi & lauk untuk orangtua saya yang memilih makan malam di kamar hotel.

Habis makan malam, kita menuju Choco Klik untuk dessert dan beli coklat buat oleh2 ponakan

Sayangnya begitu sampai, saya malah ngga selera sama display cakesnya. Akhirnya disana kita hanya beli coklat batangan untuk buah tangan.

Esok paginya, saya bangun awal untuk nge-gym dan renang. Gym nya kecil saja, menghadap kolam renang dan hanya tersedia treadmill dan sepeda statis. Kolam renang pun demikian, ukurannya kecil dan terletak di samping restoran. Jadi yang mau renang harus melewati ruang makan dulu.

Setelah renang, kita sarapan di pinggir kolam renang. Santika Hotel seperti biasa punya menu sarapan yang beragam. Bahkan menu lokalnya pun juga ngga kalah banyak. Kemarin itu selain menu standar seperti bubur ayam, omelet, salad bar, cereal, roti, nasi & lauk pauk. Juga ada menu Soto Ayam/Daging, Pecel Mendoan, Tempura, Steamboat, Nasi Kuning, Nasi Uduk dengan lauk tradisional. Yang saya suka, Santika Hotel juga menyediakan minuman sehat seperti Jus buah sayur, jamu, wedang ronde dan infused water.

Ku bahagia ketemu jamu 😘

Minuman sehat & enak yg surprisingly suami bisa habis 3 gelas, dan minta dibikinin di rumah. Yaaas!

Kelar sarapan, kita bersiap2 untuk kondangan di Banjarnegara dan langsung check out, sebelum langsung ke Jakarta.

Happy Wedding Ade! Jangan resign dulu yaaa, kita kan msh mau jalan2 😂

Notes:

– Jangan lupa nyobain aneka cemilan di Soto Ayam Kampung Haji Loso. Mendoan dan tahu isi ikan yang disajikan panas panas di tiap meja. 

– Waktu makan di Bakso Pekih, Ibu saya dapet Bakso Urat yang kasar & keras, bikin acara makan beliau jd ngga nyaman krn dikit2 harus melepeh uratnya. Tapi suami yang sama2 pesen bakso urat ngga sih.

– Berhubung kena macet & cuaca buruk, sayang sekali kita belum kesampaian untuk wisata alamnya di daerah Baturraden. Padahal di itinerary saya masukkan Curug Jenggala, Telaga Sunyi & Pancuran 7 (pengen banget mandi, masker dan pijet belerang 😔).

– Baru tahu kalau ternyata daerah Banjarnegara sekitarnya durian melimpah, dan es duren ada dimana2. Di perjalanan menuju Banjarnegara, tepatnya di daerah Purbalingga, mobil kita sempet melewati warung es duren kecil di pinggir jalan sebelum jembatan yang rame banget! Karena penasaran, pulangnya kita mampir untuk take away. Ketika dikasih tahu kalau Esnya akan dibawa sampai Jakarta, pemilik warung langsung mengemas es duren dengan rapi, lengkap dengan es batu, styrofoam dan kardus. Padahal kita hanya beli 3 porsi aja dan warungnya pun sederhana banget. Eh-mey-zing!

– Dalam perjalanan balik ke Jakarta, kita sempat mampir makan malam di daerah Tegal. Tepatnya di Sate Tegal Wendy’s di daerah Mendo.

Ini petjahhh! Udahlah enak & murah bgt…

Warungnya rame, dan kita kehabisan gulainya. Sate kambing disini disajikan diatas hotplate. Saking enaknya suami sampai bertekad untuk balik lagi kalau ada kesempatan.

Sampai ketemu di review liburan berikutnya! Semoga secepatnya yaaa

[Review] Hotel Horison Ultima Bekasi

Selamat Senin Basah semuaaaa…

Di Jakarta sih lagi hujan terus menerus nih, cuacanya mendukung buat leyeh leyeh sambil nge-blog. Yuk kita mulai!

Jadi, berhubung orangtua dan adik lagi kumpul di Jakarta, akhirnya kita adain deh tradisi keluarga. Yaitu weekend getaway di Hotel. Request dari nyokap seperti biasa adalah hotel yang pas di sebelah mall. Akhirnya, demi nostalgia juga, dipilihlah Hotel di bilangan Bekasi yang ngga jauh dari rumah, yang kini udah ganti nama jadi Horison Ultima.

Pagi, kita ngumpul dulu di rumah ortu di daerah Penggilingan. Kakak yang tinggal di Depok udah duluan dateng sama anak2nya. Sementara gw harus bebikinan pasta Aglio Olio & Creamy Carbonara dulu pesenan orang rumah. 

Akhirnya masak kelar, sempet sarapan dulu sama suami di Bubur Ayam Cianjur sebelum pergi. Sampai rumah, ngobrol bentar sebelum suami pamit kerja, dan kita kakak adek pergi ke Lulu Hypermarket dulu sebelum ke hotel.

Begitu pulang dari Lulu, kita langsung cabut ke Horison. Ternyata lama ngga kesini udah banyak perubahan. Hotelnya kini menambah gedung baru, dan parkirnya udah ngga bisa lagi di bawah. Melainkan harus di lantai 6. Di lantai 6 pula terdapat jembatan connecting yg instagramable, di antara gedung lama & baru.

Hamdalah kita dapet kamar di gedung baru, kamarnya luas & bersih. Single Bed nya pun cukup spacious. Makan siang karena udah telat, akhirnya kita beli HokBen di Mall Metropolitan.

Habis maksi, saya sudah dijemput suami lagi untuk ke acara surprise birthday party-nya ponakan yang ke 17. Acaranya di daerah Cibubur yang sabtu itu lumayan macet.

Happy Sweet Seventeen, Jihan!

Puas makan makan & karaoke, kita balik lagi ke Hotel. Sebelumnya sempet mampir dulu ke Mall karena ada yang nitip beli makanan dan gw harus cari celana pendek buat tidur.

Paginya, agenda gw adalah ikut Kelas Yoga yang diadakan di tepi kolam renang hotel. Karena belum mulai, sempet treadmill dulu di Gym. Ngga berapa lama, instruktur yoga nya udah manggil mau mulai. 

Yoga Class @Horison Ultima

Sejujurnya, ini adalah kelas yoga pertama yang gw ikuti. Rasanya? Err…agak bosen ya gerakannya. Entah karena badan yang super kaku atau emang ngga suka sama olahraga yang slow motion. Ditambah rasa mual yang melanda, mungkin ini karena gw sarapan dulu sebelum mulai.
Kelar yoga yang ditandai dengan gerakan favorit gw disini (mengatupkan telapak tangan sambil bilang ‘namaste’), gw gabung renang sama ponakan & ade -kakak gw. Kolam renangnya ngga terlalu luas, tapi pihak Hotel menyediakan balon kekinian beraneka bentuk yang lucu-lucu.

Love & hate relation between these brothers

Waktu masih kecil, suka nyipratin orang orang yang lewat dibawah sana. Kesini lagi, eh sekarang udah dibangun tembok penghalang 😂

Kelar renang, kita bebersih diri dan siap2 check out. Memang singkat liburannya, tapi bonding & quality time nya Insya Allah bermakna 😊.

Verdict:

– Petugas Hotel ramah & helpful. Satu kamar bebas biaya parkir max. 3 mobil.

– Acara yang diadain pihak Hotel seru dan keren! Selain kelas yoga, sebenarnya kita juga boleh nge-gym di Celebrity Fitness MetMall gratis, ada games buat anak berhadiah. Pas gw dan suami ke Cibubur pun, keluarga gw yang lain sempet ikutan Dragon Boat, alias menyusuri Kalimalang dengan perahu.

Bekasi rasa Venice hihihi

Overall, puas dengan kegiatan & pengalaman seru yang ditawarkan Pihak Hotel Horison Ultima Bekasi.

See you!