Trip Gili Trawangan – Lombok 2018

Hai semuaaaa..

(Masih fresh abis liburan, jadi bawaannya ceria 😂).

So, minggu kemaren, tepatnya 23 April lalu, saya & suami AKHIRNYA punya kesempatan libur 4 hari.

Biarpun ‘cuma’ 4 hari, tadinya kita juga maju mundur, jadi liburan atau tetep kerja aja. Yah, walaupun kerja sendiri kan tetep aja sayang kalau nutup.

Beginilah nasib kalau ngga ada karyawan. Fyi, tiket ke Lombok ini dulu kita beli tanpa menghitung dulu kira2 karyawan kami yg lagi cuti hamil udah balik atau belum. Murni beli pas promo buat ngerayain Anniversary kami di tgl 26 April. Dan tyt di tanggal keberangkatan kami, usia anaknya masih 4 bulan ajah 😩. Yang artinya belum bisa ditinggal dong yaa.

Tapi setelah kita pikir, nyaris kerja non stop selama 7 bulan. Apa itu weekend? Apa itu tanggal merah? Apa itu long weekend? Semuanya kita isi buat kerja. Yang lebih kasian sih suami, krn dia ngga ada libur. Sementara saya seminggu sekali ada libur, itu juga terpakai buat ajak ortu jalan & bebenah rumah. Jadi liburan ini akhirnya kita mantapkan hati buat berangkat.

Lombok, embrace yourself!

Senin, 23 April 2018

Jadwal penerbangan kami dengan Maskapai Citilink sekitar pukul 5.45 pagi keberangkatan dari Halim. Dijemput jam 3.15 oleh supir takol (taksi online) temen suami, yg kebetulan rumahnya deketan.

Oya, saya beli tiket promo Citilink ini 9 bulan sebelum keberangkatan. Nah, sebelum pergi saya sempat cek ratenya kalau2 ortu mau ikut, dan cuma beda 200rb ajah sama tiket promo kita. Tapi tyt tiket promo kami punya banyak kelebihan sih. Contohnya, bisa pilih kursi, masuk ke zona green ticket yang lewat garbarata, dan sudah termasuk makan.

Dapet kursi paling depan. Legaaa dan bonus bisa ngamatin tugas2 pramugari. Psst..saya baru tahu cara nutup pintu pesawat ya pas kmr itu hihihi

Free meal ‘Nasi Jinggo’. Biarpun minimalis & nasinya anyep

Pemandangan dari pesawat

Perjalanan cukup lancar, walau pas mau take off Jakarta diguyur gerimis.

Sampai bandara, kami sudah dijemput oleh drivernya Pak Surya. Kami sengaja sewa mobil selama di Lombok menggunakan jasa rental BSA (0878.6584.8111). Pak Surya ini saya rekomendasikan lho, soalnya ngga ribet dan helpful. Walaupun kita kehabisan mobil jenis matic, tapi ya sudahlah, paling suami perlu penyesuaian dikit nyetir mobil manual lagi.

Keluar bandara, kita langsung menuju RM. Cahaya untuk brunch Nasi Balap Puyung.

Letaknya pas di seberang bandara. Langsung kesitu, soalnya nanti pulang penerbangan pagi banget ngga bakal sempat.

Selama di Lombok, cm disini yg plecing kangkungnya pake kelapa parut. Laf!

Setelah tukar mobil (kita dijemput dengan Innova, untuk kemudian ditukar dengan mobil sewaan, Calya) dan melakukan pembayaran. Kita langsung menuju Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang ke Gili Trawangan.

Di Bangsal, kami masuk ke dalam pelabuhan untuk parkir inap, dengan biaya 30rb/hari untuk mobil.

Untuk menyeberang ke 3 Gili (Trawangan, Meno, dan Air), tersedia 3 jenis kapal. Kapal Kayu (Public Boat), Fast Boat & Private. Pelabuhan Bangsal hanya melayani Public & Fast Boat.

Jika anda pergi secara rombongan, lebih efisien jika menggunakan Private Boat, yang memiliki pelabuhan sendiri. Namun jika anda tipe petualang dan langsung menuju Gili Trawangan, bisa mencoba Kapal Kayu (Public Boat) seharga 15rb/pax. Namun harus menunggu kuota 40 orang dulu baru berangkat.

Saya dan suami memilih naik Fast Boat yang cukup nyaman. Kapal berhenti dulu di Gili Air, Meno, lalu lanjut ke Gili Trawangan.

Sampai di Gili Trawangan, hati saya langsung hangat. Selain akhirnya bisa menginjak pulau yang air lautnya bening tosca, saya merasa seolah ngga berada di Indonesia, karena lebih banyak bule bikinian berseliweran. Pokoknya langsung saya rekam video dan upload ke IG dgn caption ‘Island Lyfe’ (ciyeeeeeh).

Karena sudah jam makan siang, kami langsung menuju ke Warung Ibu Dewi yang ngga jauh dari harbour.

Ayam Taliwang & Cah Kangkung

Selama di Gili Trawangan, kami menginap di Hotel Aston, yang terletak di ujung Pulau. Namun, kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju kesana ketimbang naik Cidomo. Sekalian bakar kalori dan eksplore Gili Trawangan.

Sesampai di Hotel, kami istirahat sebentar lalu langsung meminjam sepeda untuk keliling pulau. Salah satu fasilitas yang diberikan Aston adalah sepeda gratis. Hal itu sangat memudahkan kami dari segi transportasi. Aston kami rekomendasikan karena selain wifi yg kencang (bahkan masih menjangkau di tepi pantainya), Club Beachnya yang merupakan posisi terbaik dalam menikmati sunset, juga tersedia air minum dingin gratis buat para tamu. Selain itu, sarapan di Aston juga sangat memuaskan.

Oya, karena liburan ini untuk merayakan Ulang Tahun Pernikahan, kami mendapat kejutan manis dari Hotel Aston Gili Trawangan.

Terima kasih Aston!

Setelah menikmati sunset di pinggir pantai, kami langsung bersepeda menuju Night Market untuk makan malam. Kami menikmati nasi rames dengan sate tuna disana. Selain seafood, juga tersedia aneka jajanan pasar dan jagung bakar.

Setelah perut terisi, kami bergegas balik ke hotel. Karena perjalanan menuju Aston, masih sepi dan gelap di beberapa titik. Tapi tenang saja, dijamin aman kok, dan beberapa kali kita berpas pas an dengan bule.

Oya, tips dari kami, selama di Gili Trawangan lebih murah bila kita pesan air mineral ketimbang es teh (tawar). Harga makanan memang lebih mahal, maklum lah secara bahan pokoknya harus diseberangkan menggunakan kapal.

Sayangnya, harga untuk penduduk lokal dan turis tidak ada perbedaan. Bahkan Cidomo pun terkesan mahal dan tidak manusiawi. Karena selama perjalanan kuda dipaksa ngebut (walaupun di jalan rusak sekalipun), untuk kejar target setoran. Padahal penumpang jauh akan lebih menikmati jika Cidomo berjalan santai.

Selasa, 24 April 2018

Setelah menyeberang kembali ke Lombok, kami pun memulai perjalanan di Mataram. Tujuan kami adalah beli oleh-oleh. Kami membeli kaos, songkok, tas dan souvenir lainnya di Toko Arief (dekat Pasar Cakranegara).

Setelah itu, kami mencari oleh oleh berupa makanan di Phoenix Food. Kami membeli minyak Sumbawa, dodol rumput laut, kacang mete dan tak lupa terasi bakar khas lombok.

Terakhir, kami mampir ke Sasaku untuk membeli kaos. Setelah itu, kami makan siang di Sate Rembiga Ibu Sinnaseh.

Sate Rembiga, Sate Pusut, Bebalungan & Beberuk

Setelah makan, kami langsung Check In di Hotel Lombok Astoria. Sayangnya kami mendapat kamar yang ACnya tidak dingin dan TV no signal. Setelah komplain berulang2, barulah kami mendapat penggantian kamar. Bahkan wifinya hilang timbul selama 2 hari menginap disana.

Kami keluar hotel untuk makan malam, pilihan kami adalah Ayam Bakar Taliwang Irama. Kami memesan Gurame Bakar Taliwang, Plecing Kangkung, dan es Kelapa Muda Kristal.

Ketika harga ikan Gurame sama dengan ikan Nila, you know what to choose. Lagian ayam kampung di Lombok kurus banget, nyaris ngga ada dagingnya

Oya, tips bila kamu makan di RM. Ayam Taliwang Irama, sepertinya harga makanan sudah termasuk air mineral gelas. Jadi kalau mau lebih hemat sih ngga usah pesen minum lagi.

Rabu, 25 April 2018

Untuk menu sarapan, Hotel Lombok Astoria cukup mengesankan. Dengan menu yang lengkap & variatif, juga ditambah pemandangan infinity pool.

Makanan di Lombok tuh rata2 pedasnya di tingkat Advance. Saya yg termasuk penggemar pedas aja ngga kuat, makanya begitu nemu pisang seneng bgt! Lumayan buat bikin ‘padat’ BAB.

Kami segera menuju ke Pantai Pink sebagai destinasi terjauh selama di Lombok. Melewati medan berupa jalan rusak yang panjang di tengah hutan, akhirnya kami sampai.

Pink Beach (yang tidak pink) masih sangat sepi & terpencil, hanya ada beberapa pengunjung lokal dan segerombolan bule sedang berjemur. Kami tidak lama disitu. Kemudian sempat singgah di Tanjung Ringgit, yang saya minta suami untuk tidak meneruskan karena medannya berbahaya.

What’s so pink about this beach?

Destinasi berikutnya adalah Pantai Kuta Mandalika, yang sudah lebih komersial dan rapi. Banyak hotel/hostel & cafe di sekitarnya. Bahkan kami sempat menikmati Pop Mie di Indomaret depan pantainya persis.

Tujuan berikutnya adalah Pantai Tanjung Aan dan Bukit Merese yang letaknya berdekatan.

Setelah Sunset dan hampir gelap, kami bergegas menuruni Bukit Merese. Sebelum balik ke Hotel, kami makan malam dulu di Sate Rembiga Utama Ibu Ririn.

Kamis, 26 April 2018

Hari terakhir di Lombok, karena jadwal penerbangan kami 9.50 pagi. So far sih Lombok berkesan yah, walaupun sepertinya makin tua makin takut naik pesawat. Tapi ya makin tua juga makin susah move on kalo liburan. Piye jal? 😂

Yang jelas berliburlah selagi mata kamu masih bisa melihat & kaki kamu masih kuat melangkah. Karena akan ada masanya jiwa kita bosan di rumah terus, sementara fisik sudah ngga memungkinkan.

Advertisements

Berkunjung ke Taman Cerdas, Solo

Berhubung hari ini adalah Hari Anak Nasional, maka tulisan ini didekasikan buat seluruh anak Indonesia.

Sesuai dengan tema, maka saya akan menulis tentang Wisata ramah anak, yang kali ini terletak di Solo. Namanya Taman Cerdas Soekarno Hatta.

Taman Cerdas Solo sebenarnya adalah komplek edukasi buat anak anak. Selain taman outdoor yang tidak terlalu luas, ada juga ruangan/kelas yang bisa digunakan pengunjung untuk berkreasi atau menambah wawasan.

Taman Cerdas ini letaknya persis di belakang Technopark Solo. Setelah tulisan besar Technopark Solo di pinggir jalan raya arah ke UNS, ada jalan kecil pas 2 mobil, masuk ke dalam dikit baru deh ketemu yang namanya Taman Cerdas.
Kunjungan saya kesini sebenernya hanya untuk foto foto. Sekalian jogging pagi, karena letaknya ngga jauh dari Rumah Kost milik Orangtua di daerah Kampus UNS.

Untuk area Taman sudah bisa dikunjungi (saya datang sekitar jam 7 pagi), dan tidak dikenakan biaya. Waktu saya masuk, hanya ada beberapa orang yang duduk sambil main laptop, ada pula orangtua yang membawa anaknya main di sekitar taman. Saya lihat juga banyak pekerja Taman Cerdas yang sedang membersihkan area sebelum dibuka.

Di tamannya sendiri tersedia banyak bangku khusus pengunjung, patung figur, dan theater outdoor untuk pertunjukan.

Robot Raksasa

Area Pertunjukan Terbuka

Jurassic Park?

Suku Primitif Indonesia

Sayangnya saya datang sebelum jam masuk, sehingga tidak bisa kasih info kegiatan apa yang bisa dilakukan di Taman Cerdas.

Lain kali mungkin?

Bogor Short Trip ’17

Halo, jumpa lagi sama postingan libur singkat saya!

Berhubung ponakan baru masuk tanggal 17 July, dan literally mereka ngga kemana mana, akhirnya pas Lebaran kemarin tercetus ide untuk piknik ke Bogor.

Kenapa Bogor? Satu, karena kita udah lama ngga main ke Bogor. Dua, destinasi pengennya jangan yang terlalu jauh juga, secara masih musim mudik. Maklum, liburan sama orangtua yang udah balik kaya anak kecil ya banyak pertimbangan. Karena bokap udah gampang capek & ngantuk. Tapi kalo udah dijanjiin mau pergi, tiap hari pasti ditagih sebelum hari H 😂.

Karena kakak sekeluarga start dari Depok, jadi saya dan suami jemput orangtua dulu ke rumah. Sabtu (8/7) jam 6.30 pagi kita jalan dengan perut kosong, karena tukang risol langganan masih belum jualan. Hamdalah perjalanan pergi lancar, dan kita sampai di titik pertemuan sekaligus tempat sarapan di Rumah Apel.

Muka muka kelaparan. Dan makanannya enak enak semua, tapi untuk snack pie nya malah lebih suka yg asin ketimbang manis

Kelar sarapan, kita lanjut ke Saung Pemancingan milik teman bokap di daerah Katulampa. Ini hobi ponakan juga, makanya mereka udah siap bawa peralatan mancing pinjeman temannya.

Daripada mancing keributan….

Jadi selama mancing, selalu dapet ikan yang kecil2, dan akhirnya dilepas lagi. Ternyata umpannya kurang gede aja dong. Eeaaa pelit sih!

Gagal mancing karena amatiran semua. Tsk

Hasil tangkepan bisa langsung dimasak. Sebenernya pesen lele goreng juga (ngga kefoto), tapi karena ukurannya jumbo, bagian dalemnya masih basah/kurang matang

Kelar makan siang, kita langsung menuju hotel untuk istirahat sejenak. Kali ini kita menginap di Whiz Prime Bogor, yang ternyata letaknya strategis.

View kamar hotel

Shower Room

Toilet & Wastafel terpisah. Suka sih lay outnya, jadi ngga becek

Kamar Mandi yang terpisah dengan Closet & Wastafel

Karena ponakan udah ngga sabar mau renang, jadilah kita ikutan.

Kolam renangnya ngga terlalu besar. Ketinggiannya cuma 130 m, tapi lumayan lah buat gerakin bodi berbi

Keputusan untuk renang siang bolong (jam 2an) memang tepat, selain karena cuacanya mendung, karena ngga lama lobi check in hotel antriannya udah sampe pintu. Dan setelah kita kelar bilas, orang baru pada berdatengan buat renang. Pastinya bakal jadi cendol tuh kolam, apalagi shower buat bilas hanya ada satu.

Habis berenang timbul lapar. Saya, suami, nyokap dan kakak lalu pergi ke Sop Buah Pak Ewok untuk nyemil manjaah. Yang lain pilih untuk titip buat makan malam di kamar. Ternyata lokasinya terletak di perumahan ngga jauh dari Hotel, namun karena tidak tersedia parkiran, kita harus parkir agak jauh untuk kemudian naik ‘free shuttle’ berupa delman.

Heboh banget karena delmannya bukan tipe yang kokoh

Pesenan suami; Cuanky & Sop Duren (Sop Durennya B aja sih, banyak biji & es batunya)

Seperti biasa, ponakan kalo lagi liburan maunya makan ayam goreng tepung. Jadilah kita mampir dulu di gerai waralaba sebelum ke hotel. Oya, kakak sempet beli kue khas oleh oleh Bogornya Sheeren Sungkar yang menurut dia enak.

Karena yang lain pilih makan malam di kamar, maka hanya saya & suami yang keluar. Berhubung tempat parkir hotel terbatas dan Bogor malam itu macet banget, akhirnya kita makan di Bumi Aki yang bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Malem mingguan di Bogor

Esok paginya, kita semua turun ke Lantai Mezzanine untuk sarapan. Menunya sih ngga terlalu banyak, ada omelette, roti bakar, bubur ayam & kacang ijo, soto bandung, nasi (putih & kuning) & lauk pauk (ayam goreng, ikan gr. tepung dan cah cuciwis), plus buah, aneka jus, infused water dan kopi/teh.

Selesai sarapan, saya, nyokap dan kakak berjalan kaki menuju FO ngga jauh dari Hotel. Dalam perjalanan pulang, eh ngga sengaja kita lihat plang resto Kedai Kita. Karena tahu ponakan yang lagi renang bakal laper, akhirnya kita mampir untuk take away Pizza Kayu Bakarnya.

Balik hotel kita santai dulu di kamar, sambil nunggu waktu check out. Dan setelah kelar urusan hotel, kita langsung menuju tempat makan siang kita; Lemongrass.

Seperti yang sudah diduga, restonya penuh & antri. Tapi ngga lama banget kok, sementara yang lain foto foto di lokasinya yang Instagramable, kita udah dapet tempat duduk. Biarpun rame pengunjung, staffnya sigap, dan pesanan makanan cepat datengnya.

Ruang Indoor dan tempat nunggu antrian

Dapet spot yang strategis, Alhamdulillah

Setelah makan siang, maka kami pamit pamitan karena liburan telah usai. Kakak saya sekeluarga juga beda rute, karena mereka pilih lewat Cibinong. Dan perjalanan pulang kita memang lebih macet, sepertinya karena ada lomba lari Marathon yang diadakan hari itu. Yang rencananya mau beli oleh-oleh asinan bogor pun terpaksa dibatalkan, karena pasti kejebak macet.

Begitulah cerita liburan singkat saya di Bogor, semoga bisa kasih gambaran buat yang mau berkunjung ke Kota Hujan ini.

Notes:

– Di Saung Pemancingan Katulampa, pesan lah makanan sebelum jam makan. Karena bakal lama nunggunya, sebab hampir semua saung juga pada order.

– Hotel di Bogor banyak yang menyediakan fasilitas Delman untuk kebutuhan tamunya. Lumayan buat tambahan pengalaman dan transportasi jarak dekat.

– Parkir Di Lemongrass agak tricky, kalau sudah penuh kita diarahin untuk parkir di RS yang agak jauh dari Resto.

– Lama ngga ke Bogor, baru sadar kalau jalan di Kebun Raya Bogor kini satu arah. Dan Sabtu pagi itu kita lihat banyak orang yang jogging di trotoar KRB yang memang bagus.

Bandung Trip ’17

Halo…gimana puasanya?

Kali ini saya mau sharing liburan singkat kami di Bandung sebelum Ramadan kemarin. Jadi saya, suami, kakak dan 2 anaknya beserta orangtua kami, memilih Bandung sebagai tujuan dalam rangka libur sekolah.

Perjalanan dimulai dari rumah Orangtua di Cakung seperti biasa. Kami sempat berhenti sekali di Rest Area untuk keperluan buang hajat. Alhamdulillah perjalanan lancar, bahkan lebih cepat dari ekspektasi saya.

Berangkat Senin (15/5) jam 5 pagi, pukul 8 kita sudah sampai di destinasi pertama; Warung Lela. Menurut skedul, kami tiba jam 9 sesuai dengan jam buka WaLe. Sempat khawatir belum dibuka, namun tetehnya bilang ternyata sudah. So, mari kita sarapan dengan pemandangan!

Berhubung kami adalah pengunjung pertama, maka bebas pilih tempat. Kami makan di area outdoor dengan meja & kursi dari kayu panjang. Makan enak & murah, diiringi suara Tenggoret yang riuh dan hawa sejuk, maka nikmat mana yang kamu dustakan?

Makan pagi dengan Yamin khas dari Warung Lela

Berhubung pergi dengan orangtua, maka istirahat adalah koentji. Jadi kami langsung menuju Hotel setelah konfirmasi bahwa kami bisa early check-in.

Kami memilih menginap di Hotel Progo. Pertimbangannya selain lokasi yang strategis, hotel ini juga menyediakan pilihan kamar dengan banyak tempat tidur yang sesuai jika kita pergi secara rombongan.

Big Family Room terdiri dari 2KT, 1KM yang isinya 2 Queen Bed & 1 Single Bed

Setelah istirahat sejenak, saya, suami dan kakak pergi makan siang di Bancakan. Berhubung yang lain memilih untuk makan di hotel, kami berencana membungkus lauk pauk.

Sampai di Bancakan tepat jam makan siang, sehingga kami harus antri panjang bersama orang kantoran. Bancakan adalah Rumah Makan yang memiliki beragam jenis menu. Mulai dari variasi Nasi (Nasi Jeruk, Nasi Liwet, Nasi Timbel) , lauk pauk khas Sunda, minuman (Goyobod, Cincau, Cendol) sampai snack seperti Otak Otak & Rujak Bebeg.

Bingung & kalap beda tipis

pose dulu teh

Yang seger seger

Terbaik!

Selesai makan, kakak saya sempat mampir ke Monster Bite dekat hotel untuk membeli Ayam Goreng Tepung pesanan bocah2. Monster Bite ini adalah outlet kecil (kebanyakan untuk Take Away) ala Fast Food yang menjual Hamburger, Ayam Goreng Tepung, Kentang goreng, Es Milo & Soda. Walaupun harganya murah meriah, tapi rasanya enak lho!

Sorenya, kami kaum perempuan (Saya, kakak & nyokap) jalan kaki ke FO-FO di sekitar Hotel. Fyi, Hotel Progo ini terletak di dekat beberapa FO besar seperti Stamp, Heritage, dll.

Puas belanja, kami mampir ke kedai Belah Doeren yang sudah kita incar, karena letaknya pas di seberang Hotel. 

Tempatnya kecil tapi cantik

Es Duren + Matcha Ice Cream

Selain menyediakan Es Duren dengan berbagai topping, Belah Doeren juga menyediakan aneka Cakes. Kami pun sempat membeli Nastar Duriannya yang lezat.

Setelah itu kami semua pergi ke One Eighty Coffee, Cafe yang sempat happening karena menyediakan kolam di ruang makannya.

Sumber: letsgoeatall.blogspot.co.id

Sebenarnya pergi ke tempat ini hanya untuk menghibur ponakan yang sempet kecewa karena di hotel tidak ada kolam renang & wifi 😛 . Jadilah kami yang masih kenyang ini hanya memesan minum dan take away Pizza untuk cemilan sore.

Untuk makan malam, berhubung bokap sudah kelelahan maka diputuskan makan di Warung Misbar. Lagi lagi dekat hotel. Misbar ini serupa Warung Makan khas Sunda, namun bertema bioskop ala MisBar alias Gerimis Bubar. Mirip mirip dengan Bancakan, tapi ngga terlalu lengkap.

Esok paginya, kami sarapan ala Buffet di Hotel dengan menu Soto Ayam & Mie Goreng. 

Lanjut dengan ramai2 pergi ke Riau Junction untuk beli brownies favorit dari Prima Rasa. Sayangnya, kini sudah tidak lagi tersedia disana.

Sebelum pulang kami sempatkan untuk jalan jalan di seputaran hotel (beli aneka roti organik di Mom’s Bakery yang sepagi itu ramai dikunjungi Ibu2 Sosialita Bandung), jajan Lumpia Basah & Burger, dan balik lagi ke Belah Doeren untuk Nastarnya.

Sekitar jam 11 kami Check Out dari Hotel. Karena jenuh dengan masakan Sunda, kami pilih makan siang di Eat Boss, yang lokasinya pas di seberang Kartika Sari. Eat Boss punya banyak menu pilihan untuk bersantap, mulai dari nasi, pasta, sampai roti.

Sehabis makan, saya, kakak dan Ibu menyeberang jalan ke Kartika Sari. Saya penasaran dengan Banana Cakenya, yang ternyata memang enak & tidak terlalu manis.

Sebelum masuk tol, suami singgah di Pusat Oleh2 untuk membeli Keripik Tempe kesukaannya. Dan berakhir jugalah liburan singkat kita di Bandung yang super menyenangkan ini 😊.

Jepang Takajuik* Moment

HIS Amazing Sakura - Blogger Competition“>

Beberapa tahun lalu, saya dan beberapa teman kuliah (berlima & cewek semua) berkesempatan untuk reuni sekaligus liburan ke Jepang.

Me & squad

Ini hal yang ngga pernah terpikirkan sama sekali oleh kita. Dulu, jaman kuliah yang di dompet cuma ada duit 5000 perak istilahnya, mana kebayang bisa pergi liburan bareng, apalagi ke Jepang (yang mitosnya salah satu negara mahal). Bahkan reuni sekaligus liburan ini terjadi setelah 11 tahun kita lulus kuliah, iya kami setua itu 😂.
Setelah beberapa kali ketemuan untuk booking pesawat, hotel, dan membahas itinerary, kami sepakat untuk pergi wisata ke Jepang akhir Februari 2012. Tadinya sih kita ingin menikmati Jepang di musim semi, apalagi menurut salah satu teman, banyak festival seru yang diadakan saat itu. Tapi apa daya, tiket Promo Air Asia kami hanya berlaku di saat masih musim dingin.

Winter in Japan

Walaupun perjalanan kami lumayan melelahkan, karena harus transit 4 jam di KL, tapi wisata kali ini -surprisingly- membuat saya langsung menjadikan Jepang sebagai negara favorit di Asia. Inilah yang saya sebut Jepang Takajuik Moment. Ingin tahu mengapa Jepang begitu menakjubkan? Berikut alasannya,
1. Visa yang Mudah & Cepat.

Bahkan sebelum saya tiba pun, saya sudah merasakan betapa orang Jepang sangat menghargai turis yang akan mengunjungi negaranya. Hal ini terlihat dari efisiensi mereka dalam pengurusan Visa. Semua proses dipermudah, cepat, dan jelas. Jadi jangan ragu untuk datang dan mengurus Visa Jepang sendiri.

2. Jepang Ternyata Tidak Semahal ITU.

– Penginapan

Kami menginap didaerah Osaka (Hostel Chuo) & Tokyo (Hotel Sakura) yang nyaman,strategis dengan harga terjangkau (Ratenya saat itu hampir sama dengan harga kamar Hotel menengah di Bali). Bahkan di Osaka, kamar kami berupa kamar tradisional khas Jepang yang dilengkapi dengan kimono & tatami. Sungguh pengalaman yang unik dan berkesan!

Tipe Kamar Dormitori di Hostel Chuo

Ruang makan dimana kita bisa ngobrol sama sesama turis mancanegara

Mencoba kearifan lokal ala Jepang

Foto di dinding Hotel. Tebak kita yg mana?

– Transportasi

Walaupun Jepang transportasinya dikenal mahal, namun banyak alternatif yang bisa dipilih untuk menghemat budget. Contohnya, untuk perjalanan antar kota. Daripada menggunakan Shinkasen yang mahal, kami memilih menggunakan Bus Malam Willer dalam perjalanan Osaka – Tokyo – Osaka yang tarifnya hanya separuh dari Shinkansen. Dengan Bus Willer pula, kita dapat berhemat biaya Hotel karena perjalanan berlangsung semalaman. Apalagi Bus ini sangat nyaman dengan re-clining seat & penutup kepala. Bahkan ketika larut malam lampu dimatikan dan Bus melaju kencang, saya sempat mengira kalau sedang berada di dalam pesawat hehe.

Pulang pergi dapet Bus yang interiornya semua pink. Gemes!

Ini bukan di-creambath. Tapi ada Head Cover buat penumpang Bis

– Makanan

Ini yang paling bikin saya takjub. Biasanya bila sedang liburan di negeri orang, saya seringkali kangen masakan Indonesia. Tapi tidak di Jepang, karena kuliner mereka betul betul beragam, menggoda karena memanjakan mata, enak, segar, sehat dengan harga yang terjangkau. Bahkan di convenience store seperti 7-11 atau Lawson yang sepertinya tiap lima langkah ada, makanannya sangat menggugah selera. Untuk makanan berat, kami sering makan di Yoshinoya yang harganya mirip dengan Foodcourt di Jakarta. Namun dengan porsi yang lebih besar dan rasanya lebih enak.

Yoshinoya Japan

Bento & roti di convenience store

Seafood @ Tsukiji Market

Jajanan Jepang

Sushi!

Yang haus yang haus…

– Belanja
Jepang termasuk destinasi surga belanja buat orang Indonesia. Bagaimana tidak? Barang dari yang murah sampai mahal tersedia disana. Banyak fashion merk lokal Jepang yang keren & murah. Belum lagi toko semacam Daisho yang menjual pernak pernik lucu & perlengkapan rumah tangga dengan satu harga.

3. Kebaikan & Keramahan Warga Jepang

Jadi gini ya, biarpun kita datang ke negara yang keindahan alamnya luar biasa tapi warganya tidak bersahabat, apa kita betah? Nah Jepang adalah negara yang unik menurut saya. Walaupun orangnya sangat modern (berjalan cepat, penggemar barang bermerk), tapi masih menjunjung tinggi budaya dan adat ketimuran. Saya sangat terkesan akan kebaikan Orang Jepang dalam membantu sesama, dan beruntung selama disana saya beberapa kali mendapat pengalaman soal ini. Dimulai dari waktu kita tiba di Osaka saat tengah malam yang dingin, dan harus berjalan kaki mencari Hostel. Kita didatangi seorang pemuda Jepang yang langsung menawarkan diri untuk mengantar ke tempat tujuan. Pemuda ini kuliah di universitas Amerika lho, tapi dalam kepulangannya ke Jepang masih mau mengantar turis. Dan selanjutnya, sering kali kita diantar orang Jepang ke tempat tujuan, walaupun awalnya kita hanya menanyakan arah. Padahal jaraknya lumayan jauh dari tempat kita bertanya, apalagi sempat ada seorang bapak yang mengantar kita sudah mengenakan seragam kerjanya. Lucunya, pernah saya bertanya petunjuk arah menuju hotel ke seorang siswi sekolah. Setelah dia mengecek ponselnya, lalu menjelaskan arah yang harus dituju. Karena ragu dengan petunjuk dari dia, saya bertanya lagi ke seorang polisi, dan menemukan hotel yang saya tuju. Ngga jauh dari hotel, tiba tiba siswi tadi menyusul saya! Sambil minta maaf kalau petunjuknya salah, dan mengantar saya hampir ke hotel. Terharuuuu. 

Kebaikan dalam hal lain sempat dialami seorang kawan saya. Saat memilih oleh oleh di toko suvenir, dia tidak sengaja memecahkan beberapa barang. Setelah dia minta maaf dan bersedia mengganti barang yang pecah, si pemilik toko ternyata tidak mau. Dia hanya mengijinkan teman saya membayar seharga barang yang dibelinya saja. Ish, ini orang Jepang pada makan apa sik, kok bisa baik bener jadi manusia? 

Thanks for your help & hospitality 😍😘

Nah, karena saat ini saya sudah menikah. Ingin sekali suatu saat saya bisa kembali liburan ke Jepang bersama suami. Kalau kami nantinya berniat untuk berpetualang berdua, langkah awal tentunya kami harus mencari tiket penerbangan murah ke Jepang & akomodasi lainnya, yang pastinya tinggal diklik disini HAnavi.
Tapi karena kita berdua sadar kalau ngga pinter bikin itinerary, namun tetap ingin jadwal dan aktivitas selama di Jepang bisa teroganisir dengan baik. Kemungkinan kita akan memilih Paket Tour Jepang sebagai teman perjalanan dalam wisata ke Jepang berikutnya.

Doakan ya semoga tahun ini saya dan suami bisa menikmati Sakura di Jepang bersama His Travel Indonesia , dan pulang membawa bayi ‘made in Japan’, yang gedenya nanti bisa menuntut ilmu di Jepang 😝. Aamiin!

Takajuik* = Terkejut dalam Bahasa Minang

Trip Purwokerto 2017

Awal bulan di 2017 dibuka dengan liburan domestik, yeay!

Jadi ceritanya, salah satu tim kerja kami menikah di daerah Banjarnegara. Awalnya sih kita ngga pengen dateng, karena jauh. Tapi nih anak ngarep banget kita hadir, ya sudahlah. Yuk packing!

Berhubung Banjarnegara kota kecil dan belum ada hotel yang nyaman, akhirnya kita cari daerah sekitarnya untuk transit. Kita butuh hotel nyaman karena masih parno pernah nginep di hotel kecil daerah lembang yg spooky, apalagi trip kali ini ngajak ortu yg kebetulan ada di Jakarta & bulan ini merayakan Ulang Tahun Pernikahan (hadiahnya jalan2 aja ya Mam, Pak 😄).

Pilihan kota untuk transit adalah Pekalongan atau Purwokerto, daerah yang udah punya bbrp jaringan hotel besar. Tapi setelah googling, Purwokerto relatif lebih punya banyak wisata & kuliner yang bisa dieksplor. So, Puerto Rico it is! 😅

Kamis (26/1) sekitar maghrib saya & suami sampai di rumah ortu untuk bermalam sebelum berangkat pukul 3:00 dinihari. Perjalanan Jumat itu relatif lancar, sebelum memasuki jalan alternatif Prupuk. Total ada 4 titik laka lantas di jalan yang hanya pas 2 jalur tersebut. Akibatnya, jadwal kita mundur sekitar 2 jam. Yang rencananya makan siang di Oemah Daun akhirnya skip, mengingat waktu yang udah hampir masuk jam maksi begitu kita tiba di Purwokerto. Yang ada, kita sarapan sekaligus makan siang di tempat yang seharusnya hanya jadi menu brekkie kita. Dimana kah itu? Soto Ayam Kampung H. Loso Jalan Bank tentunyaaaa….

Kuliner yang katanya wajib, tapi saya pribadi sih ngga doyan 😂

Tempat makannya ada 2 yang saling hadap hadapan. Yang satu lebih kecil dan ngga ada parkir mobil, akhirnya kita makan di resto depannya yang katanya masih satu dapur.

Tampak depan, ada buah durian imitasi yang menggantung di atas pintu. Saya baca reviewnya disini juga menjual es durian. Memasuki restonya, di bagian depan langsung dapur dan toko snack. Di dindingnya banyak foto pejabat & artis yang pernah makan disitu. Tampaknya Pak Haji Loso eksis juga untuk urusan futu2 hehehe.

Ngga lama, datanglah 4 porsi soto dan 2 porsi es duren pesanan kita. Isian sotonya ada lontong, kerupuk aci & kerupuk mie, bihun, dan suwiran ayam kampung. Entahlah, menurut saya sotonya kurang asin dan di meja tidak disediakan garam. Overall soto ini bukan selera saya sih. Menurut saya, justru es durennya yang juara. Duren asli tanpa biji ukuran besar, ditambah gula merah dan kuah susu yang ringan. Disini Ibu saya sempet membeli kerupuk mie yang dijual perpak cuma 5000 perak.

Kenyang makan, kita langsung menuju Hotel Santika Purwokerto untuk check in. Hotelnya tampak baru, petugasnya ramah & sigap. Untuk welcome drink disajikan Wedang Ronde. Setelah masing masing mendapat kunci kamar, kita semua langsung tidur untuk istirahat. 

Jam 3 sore, kita siap untuk menjelajah Purwokerto. Dibuka dengan Niki Eco yang terkenal dengan es durennya. Hujan deras ngga menghalangi kita untuk minum2 dingin. Sayang, begitu sampai disana, mie ayamnya sudah habis, dan hanya tersedia es durennya. Oke, ngga masalah akhirnya kita pesan 3 porsi duren kopyor & duren original.

Masih penasaran sama mie nya!

Tapi sejujurnya, kita semua lebih suka es durennya Haji Loso. Es duren Niki Eco kuah susu coklatnya terlalu mahteh, ditambah durennya kecil2 dan lebih banyak kopyor. 
Disinilah serunya wisata kuliner. Yang di review sama ngerasain sendiri seringkali berbeda. Haji Loso yang terkenal sotonya malah kita lebih suka es durennya ketimbang Es Durennya Niki Eco.

Karena masih lapar, kita langsung menuju ke Bakso Sami Asih untuk isi perut. Tapi setelah sampai disana ternyata Bakso & Soto Sami Asih tutup setiap jumat. Ngga pake lama, meluncurlah kita ke option kuliner berikutnya; Bakso Pekih, yang letaknya di jalan kecil perumahan. 

Warung bakso yg rame & canggih, karena pesanan langsung diteruskan ke dapur via gadget

Pesanan kita antara lain; bakso polos, bakso telor, bakso urat, dan bakso urat + tetelan. Ternyata disini bakso yang disajikan sesuai dengan pesanan. Jadi kalau kita pesan bakso telor, yang kita dapat hanya 3pcs bakso telor. Tidak dicampur dengan bakso polos seperti warung bakso kebanyakan. Jadi, kalau mau pesan lagi lain kali sebaiknya sistem sharing & dikombinasikan dengan bakso polos. Jadi semua orang ngga terlalu kekenyangan dan puas icip2.

Puas nge-bakso, kita langsung menuju ke Sentra Batik di daerah Kauman, Sokaraja. Dari hasil browsing, yang paling tersohor adalah Rumah Batik Anto Djamil. Dan walaupun tidak seluas dan sekomplit Toko Batik Salma di Cirebon, koleksi Batik Banyumas warna & motifnya menggemaskan 😍.

Kelar belanja, kita langsung balik ke hotel sebelum siap2 buat makan malem. Makan malem sengaja kita pilih menu Angkringan, karena selain doyan, juga karena perut sebenernya ngga terlalu laper. Dan makan nasi kucing adalah pilihan tepat karena porsinya kecil. Angkringan Kang Moel yang letaknya di pinggir jalan dekat kampus Unsoed kita pilih. Lauknya lumayan komplit dan enak, kita juga bungkus bbrp nasi & lauk untuk orangtua saya yang memilih makan malam di kamar hotel.

Habis makan malam, kita menuju Choco Klik untuk dessert dan beli coklat buat oleh2 ponakan

Sayangnya begitu sampai, saya malah ngga selera sama display cakesnya. Akhirnya disana kita hanya beli coklat batangan untuk buah tangan.

Esok paginya, saya bangun awal untuk nge-gym dan renang. Gym nya kecil saja, menghadap kolam renang dan hanya tersedia treadmill dan sepeda statis. Kolam renang pun demikian, ukurannya kecil dan terletak di samping restoran. Jadi yang mau renang harus melewati ruang makan dulu.

Setelah renang, kita sarapan di pinggir kolam renang. Santika Hotel seperti biasa punya menu sarapan yang beragam. Bahkan menu lokalnya pun juga ngga kalah banyak. Kemarin itu selain menu standar seperti bubur ayam, omelet, salad bar, cereal, roti, nasi & lauk pauk. Juga ada menu Soto Ayam/Daging, Pecel Mendoan, Tempura, Steamboat, Nasi Kuning, Nasi Uduk dengan lauk tradisional. Yang saya suka, Santika Hotel juga menyediakan minuman sehat seperti Jus buah sayur, jamu, wedang ronde dan infused water.

Ku bahagia ketemu jamu 😘

Minuman sehat & enak yg surprisingly suami bisa habis 3 gelas, dan minta dibikinin di rumah. Yaaas!

Kelar sarapan, kita bersiap2 untuk kondangan di Banjarnegara dan langsung check out, sebelum langsung ke Jakarta.

Happy Wedding Ade! Jangan resign dulu yaaa, kita kan msh mau jalan2 😂

Notes:

– Jangan lupa nyobain aneka cemilan di Soto Ayam Kampung Haji Loso. Mendoan dan tahu isi ikan yang disajikan panas panas di tiap meja. 

– Waktu makan di Bakso Pekih, Ibu saya dapet Bakso Urat yang kasar & keras, bikin acara makan beliau jd ngga nyaman krn dikit2 harus melepeh uratnya. Tapi suami yang sama2 pesen bakso urat ngga sih.

– Berhubung kena macet & cuaca buruk, sayang sekali kita belum kesampaian untuk wisata alamnya di daerah Baturraden. Padahal di itinerary saya masukkan Curug Jenggala, Telaga Sunyi & Pancuran 7 (pengen banget mandi, masker dan pijet belerang 😔).

– Baru tahu kalau ternyata daerah Banjarnegara sekitarnya durian melimpah, dan es duren ada dimana2. Di perjalanan menuju Banjarnegara, tepatnya di daerah Purbalingga, mobil kita sempet melewati warung es duren kecil di pinggir jalan sebelum jembatan yang rame banget! Karena penasaran, pulangnya kita mampir untuk take away. Ketika dikasih tahu kalau Esnya akan dibawa sampai Jakarta, pemilik warung langsung mengemas es duren dengan rapi, lengkap dengan es batu, styrofoam dan kardus. Padahal kita hanya beli 3 porsi aja dan warungnya pun sederhana banget. Eh-mey-zing!

– Dalam perjalanan balik ke Jakarta, kita sempat mampir makan malam di daerah Tegal. Tepatnya di Sate Tegal Wendy’s di daerah Mendo.

Ini petjahhh! Udahlah enak & murah bgt…

Warungnya rame, dan kita kehabisan gulainya. Sate kambing disini disajikan diatas hotplate. Saking enaknya suami sampai bertekad untuk balik lagi kalau ada kesempatan.

Sampai ketemu di review liburan berikutnya! Semoga secepatnya yaaa

[Review] Hotel Horison Ultima Bekasi

Selamat Senin Basah semuaaaa…

Di Jakarta sih lagi hujan terus menerus nih, cuacanya mendukung buat leyeh leyeh sambil nge-blog. Yuk kita mulai!

Jadi, berhubung orangtua dan adik lagi kumpul di Jakarta, akhirnya kita adain deh tradisi keluarga. Yaitu weekend getaway di Hotel. Request dari nyokap seperti biasa adalah hotel yang pas di sebelah mall. Akhirnya, demi nostalgia juga, dipilihlah Hotel di bilangan Bekasi yang ngga jauh dari rumah, yang kini udah ganti nama jadi Horison Ultima.

Pagi, kita ngumpul dulu di rumah ortu di daerah Penggilingan. Kakak yang tinggal di Depok udah duluan dateng sama anak2nya. Sementara gw harus bebikinan pasta Aglio Olio & Creamy Carbonara dulu pesenan orang rumah. 

Akhirnya masak kelar, sempet sarapan dulu sama suami di Bubur Ayam Cianjur sebelum pergi. Sampai rumah, ngobrol bentar sebelum suami pamit kerja, dan kita kakak adek pergi ke Lulu Hypermarket dulu sebelum ke hotel.

Begitu pulang dari Lulu, kita langsung cabut ke Horison. Ternyata lama ngga kesini udah banyak perubahan. Hotelnya kini menambah gedung baru, dan parkirnya udah ngga bisa lagi di bawah. Melainkan harus di lantai 6. Di lantai 6 pula terdapat jembatan connecting yg instagramable, di antara gedung lama & baru.

Hamdalah kita dapet kamar di gedung baru, kamarnya luas & bersih. Single Bed nya pun cukup spacious. Makan siang karena udah telat, akhirnya kita beli HokBen di Mall Metropolitan.

Habis maksi, saya sudah dijemput suami lagi untuk ke acara surprise birthday party-nya ponakan yang ke 17. Acaranya di daerah Cibubur yang sabtu itu lumayan macet.

Happy Sweet Seventeen, Jihan!

Puas makan makan & karaoke, kita balik lagi ke Hotel. Sebelumnya sempet mampir dulu ke Mall karena ada yang nitip beli makanan dan gw harus cari celana pendek buat tidur.

Paginya, agenda gw adalah ikut Kelas Yoga yang diadakan di tepi kolam renang hotel. Karena belum mulai, sempet treadmill dulu di Gym. Ngga berapa lama, instruktur yoga nya udah manggil mau mulai. 

Yoga Class @Horison Ultima

Sejujurnya, ini adalah kelas yoga pertama yang gw ikuti. Rasanya? Err…agak bosen ya gerakannya. Entah karena badan yang super kaku atau emang ngga suka sama olahraga yang slow motion. Ditambah rasa mual yang melanda, mungkin ini karena gw sarapan dulu sebelum mulai.
Kelar yoga yang ditandai dengan gerakan favorit gw disini (mengatupkan telapak tangan sambil bilang ‘namaste’), gw gabung renang sama ponakan & ade -kakak gw. Kolam renangnya ngga terlalu luas, tapi pihak Hotel menyediakan balon kekinian beraneka bentuk yang lucu-lucu.

Love & hate relation between these brothers

Waktu masih kecil, suka nyipratin orang orang yang lewat dibawah sana. Kesini lagi, eh sekarang udah dibangun tembok penghalang 😂

Kelar renang, kita bebersih diri dan siap2 check out. Memang singkat liburannya, tapi bonding & quality time nya Insya Allah bermakna 😊.

Verdict:

– Petugas Hotel ramah & helpful. Satu kamar bebas biaya parkir max. 3 mobil.

– Acara yang diadain pihak Hotel seru dan keren! Selain kelas yoga, sebenarnya kita juga boleh nge-gym di Celebrity Fitness MetMall gratis, ada games buat anak berhadiah. Pas gw dan suami ke Cibubur pun, keluarga gw yang lain sempet ikutan Dragon Boat, alias menyusuri Kalimalang dengan perahu.

Bekasi rasa Venice hihihi

Overall, puas dengan kegiatan & pengalaman seru yang ditawarkan Pihak Hotel Horison Ultima Bekasi.

See you!