Jurus Kiasu di The Lake House

Berkunjung ke tempat yg lagi happening di long weekend? Siapa takut! Syaratnya harus punya naluri Kiasu biar ngga zonk. Nih, saya kasih tipsnya.

Bermula dari ajakan kakak saya untuk ngajak ortu jalan2 di hari libur tanggal 20 Nov. Rencana awal hanya ber-4 aja. Karena suami kerja, dan anak2 & suami kakak menolak ikut. Tapi begitu saya tunjukin foto2 The Lake House, langsung semuanya mau ikutan. Jadilah peserta total 8 orang di satu mobil.

Menuju Depok sekitar jam 04:30, sampai sana jam 06:00. Tapi baru jalan jam 07:00. Sampe Puncak jam 8:00 masih macet sedikit, sebelum akhirnya distop buat one way yang mau turun.

Nunggu di pom bensin sambil beli cemilan di Indomaret, akhirnya sekitar 08:30 gantian one way yang mau ke arah atas.

The Lake House ini sebenarnya resto yang ada di komplek Villa & Resort. Lokasinya masuk ke arah Taman Safari. Lurus aja sampai nemu pintu masuk Pesona Sedayu di kiri jalan. Sempet lihat tamu hotel anak yang sedang berkuda mengelilingi area, ada juga turis Arab yang diantar mobil Buggy menuju The Lake House.

Kompleknya lumayan luas, dan kita sampai pas jam 09:00, sementara Restonya sendiri buka jam 10:00. Berhubung pengunjung pertama, kita jadi banyak waktu untuk eksplore (baca:foto2) suasana sekitar yang apik dan rindang.

Oya, walaupun resto belum buka, tapi dilarang bawa makanan ke dalam komplek ya. Kami sempat ditegur, karena petugas melihat ponakan yang bosan nunggu dan minta cemilan.

Ngga berapa lama, datanglah sesama pengunjung yang juga antri. Bahkan ada rombongan yang masih menunggu 2 mobil lagi untuk nyusul. Melihat hal itu, suami bergegas menghampiri petugas resto yang lagi preparation untuk booking meja outdoor yang di bawah. Untuk antisipasi, kami antri tepat di depan pintu masuk.

Jam 10 teng, rolling door dibuka. Suami langsung diantar waiter untuk pilih meja. Untuk meja outdoor dengan kapasitas besar, ada minimum tagihan sebesar 500rb rupiah. Dan meja ini hanya ada 2, meja outdoor lain berkumpul di tengah dengan kapasitas 4 orang.

Restoran dengan bangunan bata khasnya ini terbagi atas 3 lantai, namun lantai 3 (Roof Top) ditutup waktu saya kesana. Lantai 1 area kasir, serving, toilet, smoking room, dan ruang makan indoor + outdoor.

Lantai 2 ada area ruang makan indoor + outdoor juga, namun bentuk kursinya yang seperti ruang tamu, bahkan kursi goyang di bagian outdoor, menurut saya lebih cocok untuk tamu yang hanya makan snack.

Dining Room Indoor lantai 1

Dining Room Indoor lantai 2, dengan hiasan Dream Catcher yang Instagramable

Untuk makanan, menurut saya cukup lengkap & enak, dengan platting juara. Harganya pun masih terjangkau dengan view & suasana unik yang memanjakan mata di The Lake House. Rekomen menu disana adalah Nasi Bakar & Pasta (yang porsinya besar). Pelayanan juga ramah dan sigap, walau pengunjung setelah kami harus waiting list.

Smoke Chicken Sandwich

Ayam Ngo Hiong

Pizza American (?), next mungkin mau coba Pepperoni Pizzanya

Caesar Salad & Ayam Geprek (sambelnya rekomen)

Nasi Bakar

Fish & Chip

Overall, kami semua puas dengan kunjungan kami kali ini ke The Lake House. Bahkan ponakan saya sudah menanyakan kapan kesini lagi. Duh, nanti2 ajalah. Nunggu hype nya reda dulu, biar ngga melulu harus pake jurus Kiasu πŸ˜‚

Advertisements

Review : Rumah Pasta

Review makanan is back!

Berhubung makanan ini layak di rekomendasikan, namun minim info (karena baru buka seminggu juga) jadilah aku mau sharing pengalaman makan disana.

Penampakan kedai

Lokasi outletnya di samping KFC Bulungan, Blok M. Jadi kita bakal makan di area outdoor pinggir jalan alias kaki lima. Tapi jangan salah yaa, dari kualitas masakannya sih bintang lima banget. Kaya apa tuh? Nanti dijelasin deh.

Disini hanya tersedia satu meja yang kira2 cukup buat sekitar 8 orang. Parkir motor relatif lebih mudah, tapi kalo bawa mobil terpaksa harus numpang di halamannya KFC yg sebenernya juga ngga terlalu luas.

Menu saat saya datang baru ada 3 pilihan topping; rendang, udang pedas & ayam. Saya dan suami pesan masing masing rendang & udang pedas.

Untuk menanti pesanan harus bersabar & usahakan jangan dalam keadaan laper berat. Tamu sebelah saya akhirnya pesan Sate Usus di angkringan sebelah, saking udah ngga nahan. Hal itu karena kru hanya 2 orang (ya masak, ya terima order, ya kasir). Dan semua makanan dibikin dari scratch, alias mereka langsung bikin homemade fettucininya.

Jadi inget dulu saya pernah bikin mie sendiri, dipotongnya manual persis kaya gini. Bedanya saya pake penggaris biar lurus πŸ˜‚

Mulai dari ulenin adonan sebentar, giling adonan & dipotong manual dengan pisau. Setelah itu direbus sampai al dente, baru mulai diolah. Yang bikin saya penasaran mau coba, karena mereka menggunakan mangkok keju parmesan untuk pastanya.

Fettucini yang siap dicampur Keju Parmesan, sementara aroma wangi tercium dari wajan

Pasta pesanan kita hadir di piring plastik hitam dengan topping yang berlimpah, disertai saos sambal sachet. Karena penasaran dengan rasa asli fettucini nya, saya singkirkan dulu toppingnya ke pinggir. Rasanya enak, terasa sekali creamy tanpa rasa blenek yang berlebihan.

Untuk topping rendangnya tekstur agak keras walau enak. Sementara udang pedasnya adalah udang balado yang ngga kalah pedes dari nyinyiran netizen. Alias pedes gila!

Berhubung udah lewat maghrib jadi agak gelap fotonya

Dari hasil ngobrol dengan krunya (yang salah satunya adalah Chef di Restoran Italia), mereka memang mengutamakan bahan yang fresh dan bermutu. Saya juga sempat menanyakan bahan yang digunakan. Selain kuning telur & keju parmesan, mereka juga menggunakan Cooking Cream (yang dipakai untuk menggantikan Fresh Milk, krn malah membuat rasa pasta nya jadi manis). Bahkan untuk melapisi adonan pastanya mereka menggunakan tepung gandum, yang teksturnya mirip susu bubuk.

Yang saya salut, mas nya kasih penjelasan tanpa ada nada sombong atau menggurui, walaupun saya yakin dia pasti sudah berpengalaman di bidangnya. Bahkan ketika suami saya menanyakan mengapa pasta nya tidak dipotong menggunakan alat, dia dengan jujur bilang bahwa adonannya tidak lentur karena kurang telur.

Dengan penjelasan yang diberikan, rasanya total kerusakan 45k jadi terasa murah. Kami pun pamit sambil berjanji akan datang lagi lain waktu dan mendoakan kesuksesan mereka. Walaupun sebenarnya dalam hati berharap di kunjungan kami berikutnya ada pilihan topping standar semacam smoke beef/jamur. Sebab menurut saya rasa pasta yang sudah kuat, lebih cocok dengan topping yang rasanya lebih netral.

Lidah Minang

Dapet suami asal Minang, jadi pengen nulis soal kebiasaan makan dia & keluarganya. Mungkin semua udah pada tahu ya, kalau etnis Minang adalah salah satu suku yang sangat ‘membanggakan’ kuliner lokalnya. 

Maksudnya begini, rata rata Orang Minang pasti lebih pilih makan masakan Padang dimana pun dia berada. Yah memang masakan Padang luar biasa enaknya, tapi buat saya yang bukan orang Minang, terus menerus makan Padang yang ada malah eneg. Karena memang lebih suka sayur dan kurang doyan masakan bersantan.

Akibatnya, orang suku Minang jarang mau nyoba makanan lain. Bahkan saya baca, Whulandary (model asal Sum-Bar), waktu karantina saat Pemilihan Wajah Femina, ransum masakan Padangnya dikirim tiap hari ke hotel!

Mertua, ipar dan ponakan dari keluarga Suami pun seperti itu. Susah diajak travelling, karena pasti rewel urusan makan. Maunya makan di Restoran Padang. Jangan salah, suami pun dulu begitu……sebelum kenal sama saya yang hobi kulineran ini, ehem!

Ini cerita pengalaman kami jaman pacaran. Jadi ya, di dekat rumah dia ada RM. Bebek Goreng Slamet. Tau dong ya, bebek goreng crispy yang sambel korek pedesnya bikin lahap itu. Suatu ketika, saya yang kantornya dulu dekat rumah dia janjian makan siang bareng. Saya, secara doyan, yang tentuin tempatnya disitu. 

Setelah pesan, dan makan seperti biasa, saya pun lanjut ngantor lagi. Eh, malemnya dia bikin pengakuan kalau ternyata itu pertama kali dia makan di Bebek Slamet! 

Fyi, suami tinggal di rumah itu sejak kecil, dan Bebek Slamet itu udah buka dari beberapa tahun lalu. Kaget lah saya! Kok bisa ya, ada orang yang ngga mau nyoba rumah makan baru yang deket rumah? Mana bebek Slamet pula, salah satu resto bebek favorit. Dan cerita berlanjut karena esok harinya dia laporan kalau makan siangnya di Bebek Slamet, dan diulangi lagi pas makan malam πŸ˜‚.

Yup, itu emang salah satu kebiasaan (buruk) suami. Kalau lagi suka sama satu makanan, bakal diulang terus sampe bosen. Tapi bosennya dia bisa semingguan lebih, gawat dong ya buat food blogger ala ala macam saya. Lah kapan kulinerannya kalau kencan makan disitu situ ajah. Ocen shay.

Kejadian lain adalah waktu kita mau nyobain makan seafood di Loobie Lobster. Waktu itu masih buka yang di Prapanca. Kelar makan, kita lanjut nonton di Holywood KC. Pas duduk duduk di lobi nungguin studio dibuka, suami yang saat itu masih jadi pacar berbisik, “eh abis nonton kita makan di Loobie lagi yuk”. Yang jelas langsung saya veto lah!

Efek positif dari kebiasaan suami yang frekuensi kedatangannya ke resto favorit lumayan tinggi adalah, kita jadi dikenal sama pegawainya. Akibatnya ada 2 tempat makan yang bahkan kita udah ngga perlu pesan lagi. Begitu tahu kita datang, pesanan seperti biasa langsung diantar. Yang satu warung mie ayam langganan dekat rumah, satunya lagi Soto Betawi H.Husein di Manggarai.

Nah, ada cerita lucu waktu kami sarapan di Soto Betawi H. Husein. Sebenarnya kita jarang makan disana pas hari wiken, lebih sering di hari kerja, karena kalo libur bakalan chaos saking ramenya. Tapi karena suami lagi pengen banget, ya udah nekat lah dateng. Mana udah agak siang lagi, dan bener aja sampai sana untuk dapat meja pun susah. Terpaksa kita nyempil dan sharing sama beberapa orang lainnya. Eh ngga lama pesanan kita udah dateng aja. Padahal satu meja itu kita yang dateng belakangan. Ngga enak hati banget, tapi karena lapar akhirnya kita senyum dan pamit makan duluan sama rangorang. Yang kemudian orang orang satu meja itu pun protes karena pesanannya belum dateng hihihi.

Setelah menikah pun, perlahan lahan resto/warung makan favorit dia (dan keluarganya), jadi berganti dengan resto langganan saya yang memang lebih enak. Ya keluarga saya kan hobi kulineran semua, jadi tahu lah mana yang enak dan mana yang lebih enak πŸ˜›

Trip Purwokerto 2017

Awal bulan di 2017 dibuka dengan liburan domestik, yeay!

Jadi ceritanya, salah satu tim kerja kami menikah di daerah Banjarnegara. Awalnya sih kita ngga pengen dateng, karena jauh. Tapi nih anak ngarep banget kita hadir, ya sudahlah. Yuk packing!

Berhubung Banjarnegara kota kecil dan belum ada hotel yang nyaman, akhirnya kita cari daerah sekitarnya untuk transit. Kita butuh hotel nyaman karena masih parno pernah nginep di hotel kecil daerah lembang yg spooky, apalagi trip kali ini ngajak ortu yg kebetulan ada di Jakarta & bulan ini merayakan Ulang Tahun Pernikahan (hadiahnya jalan2 aja ya Mam, Pak πŸ˜„).

Pilihan kota untuk transit adalah Pekalongan atau Purwokerto, daerah yang udah punya bbrp jaringan hotel besar. Tapi setelah googling, Purwokerto relatif lebih punya banyak wisata & kuliner yang bisa dieksplor. So, Puerto Rico it is! πŸ˜…

Kamis (26/1) sekitar maghrib saya & suami sampai di rumah ortu untuk bermalam sebelum berangkat pukul 3:00 dinihari. Perjalanan Jumat itu relatif lancar, sebelum memasuki jalan alternatif Prupuk. Total ada 4 titik laka lantas di jalan yang hanya pas 2 jalur tersebut. Akibatnya, jadwal kita mundur sekitar 2 jam. Yang rencananya makan siang di Oemah Daun akhirnya skip, mengingat waktu yang udah hampir masuk jam maksi begitu kita tiba di Purwokerto. Yang ada, kita sarapan sekaligus makan siang di tempat yang seharusnya hanya jadi menu brekkie kita. Dimana kah itu? Soto Ayam Kampung H. Loso Jalan Bank tentunyaaaa….

Kuliner yang katanya wajib, tapi saya pribadi sih ngga doyan πŸ˜‚

Tempat makannya ada 2 yang saling hadap hadapan. Yang satu lebih kecil dan ngga ada parkir mobil, akhirnya kita makan di resto depannya yang katanya masih satu dapur.

Tampak depan, ada buah durian imitasi yang menggantung di atas pintu. Saya baca reviewnya disini juga menjual es durian. Memasuki restonya, di bagian depan langsung dapur dan toko snack. Di dindingnya banyak foto pejabat & artis yang pernah makan disitu. Tampaknya Pak Haji Loso eksis juga untuk urusan futu2 hehehe.

Ngga lama, datanglah 4 porsi soto dan 2 porsi es duren pesanan kita. Isian sotonya ada lontong, kerupuk aci & kerupuk mie, bihun, dan suwiran ayam kampung. Entahlah, menurut saya sotonya kurang asin dan di meja tidak disediakan garam. Overall soto ini bukan selera saya sih. Menurut saya, justru es durennya yang juara. Duren asli tanpa biji ukuran besar, ditambah gula merah dan kuah susu yang ringan. Disini Ibu saya sempet membeli kerupuk mie yang dijual perpak cuma 5000 perak.

Kenyang makan, kita langsung menuju Hotel Santika Purwokerto untuk check in. Hotelnya tampak baru, petugasnya ramah & sigap. Untuk welcome drink disajikan Wedang Ronde. Setelah masing masing mendapat kunci kamar, kita semua langsung tidur untuk istirahat. 

Jam 3 sore, kita siap untuk menjelajah Purwokerto. Dibuka dengan Niki Eco yang terkenal dengan es durennya. Hujan deras ngga menghalangi kita untuk minum2 dingin. Sayang, begitu sampai disana, mie ayamnya sudah habis, dan hanya tersedia es durennya. Oke, ngga masalah akhirnya kita pesan 3 porsi duren kopyor & duren original.

Masih penasaran sama mie nya!

Tapi sejujurnya, kita semua lebih suka es durennya Haji Loso. Es duren Niki Eco kuah susu coklatnya terlalu mahteh, ditambah durennya kecil2 dan lebih banyak kopyor. 
Disinilah serunya wisata kuliner. Yang di review sama ngerasain sendiri seringkali berbeda. Haji Loso yang terkenal sotonya malah kita lebih suka es durennya ketimbang Es Durennya Niki Eco.

Karena masih lapar, kita langsung menuju ke Bakso Sami Asih untuk isi perut. Tapi setelah sampai disana ternyata Bakso & Soto Sami Asih tutup setiap jumat. Ngga pake lama, meluncurlah kita ke option kuliner berikutnya; Bakso Pekih, yang letaknya di jalan kecil perumahan. 

Warung bakso yg rame & canggih, karena pesanan langsung diteruskan ke dapur via gadget

Pesanan kita antara lain; bakso polos, bakso telor, bakso urat, dan bakso urat + tetelan. Ternyata disini bakso yang disajikan sesuai dengan pesanan. Jadi kalau kita pesan bakso telor, yang kita dapat hanya 3pcs bakso telor. Tidak dicampur dengan bakso polos seperti warung bakso kebanyakan. Jadi, kalau mau pesan lagi lain kali sebaiknya sistem sharing & dikombinasikan dengan bakso polos. Jadi semua orang ngga terlalu kekenyangan dan puas icip2.

Puas nge-bakso, kita langsung menuju ke Sentra Batik di daerah Kauman, Sokaraja. Dari hasil browsing, yang paling tersohor adalah Rumah Batik Anto Djamil. Dan walaupun tidak seluas dan sekomplit Toko Batik Salma di Cirebon, koleksi Batik Banyumas warna & motifnya menggemaskan 😍.

Kelar belanja, kita langsung balik ke hotel sebelum siap2 buat makan malem. Makan malem sengaja kita pilih menu Angkringan, karena selain doyan, juga karena perut sebenernya ngga terlalu laper. Dan makan nasi kucing adalah pilihan tepat karena porsinya kecil. Angkringan Kang Moel yang letaknya di pinggir jalan dekat kampus Unsoed kita pilih. Lauknya lumayan komplit dan enak, kita juga bungkus bbrp nasi & lauk untuk orangtua saya yang memilih makan malam di kamar hotel.

Habis makan malam, kita menuju Choco Klik untuk dessert dan beli coklat buat oleh2 ponakan

Sayangnya begitu sampai, saya malah ngga selera sama display cakesnya. Akhirnya disana kita hanya beli coklat batangan untuk buah tangan.

Esok paginya, saya bangun awal untuk nge-gym dan renang. Gym nya kecil saja, menghadap kolam renang dan hanya tersedia treadmill dan sepeda statis. Kolam renang pun demikian, ukurannya kecil dan terletak di samping restoran. Jadi yang mau renang harus melewati ruang makan dulu.

Setelah renang, kita sarapan di pinggir kolam renang. Santika Hotel seperti biasa punya menu sarapan yang beragam. Bahkan menu lokalnya pun juga ngga kalah banyak. Kemarin itu selain menu standar seperti bubur ayam, omelet, salad bar, cereal, roti, nasi & lauk pauk. Juga ada menu Soto Ayam/Daging, Pecel Mendoan, Tempura, Steamboat, Nasi Kuning, Nasi Uduk dengan lauk tradisional. Yang saya suka, Santika Hotel juga menyediakan minuman sehat seperti Jus buah sayur, jamu, wedang ronde dan infused water.

Ku bahagia ketemu jamu 😘

Minuman sehat & enak yg surprisingly suami bisa habis 3 gelas, dan minta dibikinin di rumah. Yaaas!

Kelar sarapan, kita bersiap2 untuk kondangan di Banjarnegara dan langsung check out, sebelum langsung ke Jakarta.

Happy Wedding Ade! Jangan resign dulu yaaa, kita kan msh mau jalan2 πŸ˜‚

Notes:

– Jangan lupa nyobain aneka cemilan di Soto Ayam Kampung Haji Loso. Mendoan dan tahu isi ikan yang disajikan panas panas di tiap meja. 

– Waktu makan di Bakso Pekih, Ibu saya dapet Bakso Urat yang kasar & keras, bikin acara makan beliau jd ngga nyaman krn dikit2 harus melepeh uratnya. Tapi suami yang sama2 pesen bakso urat ngga sih.

– Berhubung kena macet & cuaca buruk, sayang sekali kita belum kesampaian untuk wisata alamnya di daerah Baturraden. Padahal di itinerary saya masukkan Curug Jenggala, Telaga Sunyi & Pancuran 7 (pengen banget mandi, masker dan pijet belerang πŸ˜”).

– Baru tahu kalau ternyata daerah Banjarnegara sekitarnya durian melimpah, dan es duren ada dimana2. Di perjalanan menuju Banjarnegara, tepatnya di daerah Purbalingga, mobil kita sempet melewati warung es duren kecil di pinggir jalan sebelum jembatan yang rame banget! Karena penasaran, pulangnya kita mampir untuk take away. Ketika dikasih tahu kalau Esnya akan dibawa sampai Jakarta, pemilik warung langsung mengemas es duren dengan rapi, lengkap dengan es batu, styrofoam dan kardus. Padahal kita hanya beli 3 porsi aja dan warungnya pun sederhana banget. Eh-mey-zing!

– Dalam perjalanan balik ke Jakarta, kita sempat mampir makan malam di daerah Tegal. Tepatnya di Sate Tegal Wendy’s di daerah Mendo.

Ini petjahhh! Udahlah enak & murah bgt…

Warungnya rame, dan kita kehabisan gulainya. Sate kambing disini disajikan diatas hotplate. Saking enaknya suami sampai bertekad untuk balik lagi kalau ada kesempatan.

Sampai ketemu di review liburan berikutnya! Semoga secepatnya yaaa

Aku Cinta Solo (Karena Makanan Murah)

ilivedonce

Beberapa waktu lalu saya sempat tinggal di Solo untuk mengurus usaha keluarga. Nah ini adalah wisata kuliner di Solo yang sempat saya coba selama berada disana. Cekidot!

A. Kategori Makanan Indonesia

1. Selat Solo Mbak Lies

Letaknya masuk jalan kecil, namun tersedia lahan parkir jika bawa mobil. Interiornya unik, karena banyak hiasan vintage yang rame. Jika makan di tempat, kita akan disuguhi pemandangan memoribilia artis dan media yang pernah diliput.

ilivedonceilivedonceMakanannya sih lumayan otentik dan terjangkau pastinya. Begini penampakannya….

ilivedonce2. Soto Gading

Soto di solo kebanyakan kuah bening & seger. Jadi rasanya lebih light. Favorit saya untuk temen makan Soto adalah Sate Kerang. Tadaaaa..

Halo Sate Kerang!

Halo Sate Kerang!

3. Cafe Tiga Tjeret

Cafe ini sesungguhnya adalah Wedangan/Angkringan dalam bentuk kekinian. Coba lihat, lucu deh..

ilivedonceilivedonce

Nasi Granat yg kurang pedes utk ukuran saya

Nasi Granat yg kurang pedes utk ukuran saya

4. Bebek Slamet H. Kartosuro

Berhubung di Solo jarang nemu makanan yg pedes gila, akhirnya saya sowan ke tempat orihinal dari salah satu bebek Goreng favorit. Sayangnya disini ngga ada tempe mendoan dalam menu.

Bebek Slamet ori sis....

Bebek Slamet ori sis….

5. SBC Special Kangkung

Karena di Solo tinggal di sekitar Kampus, maka saya juga wiskul di tempat ngumpulnya mahasiswa. Ini salah satunya, tempatnya luas, sistem lesehan dan menunya lumayan bervariasi.

Paket Jamur Tiram Goreng....enak!

Paket Jamur Tiram Goreng….enak!

6. Waroeng Spesial Sambal SS

Salah satu tempat makan yang sering didatengin. Udahlah menunya bikin kalap, lalapannya juara, sambelnya banyak pilihan. Laaaaaaaf!

Makanan ini saya banget

Makanan ini saya banget

B. Kategori Steak

Di Solo sebagian besar Steaknya model yang dibalut tepung. Dan saya suka, karena Indonesia banget! Ada sih steak yg serius kaya Lazy Cow, sayang saya belum sempet mencicipi.

1. Steak SFA

Steak ala mahasiswa, tapi punya menu yg lebih bervariasi. Sempet tergoda sama Gindara Steaknya, tapi nyatanya ini yang saya pesan.

ilivedonce2. Masmbong Steak

Penampakan yg sungguh menggoda

Penampakan yg sungguh menggoda

Saya lebih suka Steak ini, kuahnya niat. Porsi dan rasa sesuai harga.

C. Kategori Susu Segar

Mungkin karena Solo dekat dengan Boyolali, penghasil susu segar. Makanya sekarang banyak banget Cafe Susu bermunculan. Yang legend udah pasti Susu Shijack, tp karena modelnya warung tenda, jadi kurang nyaman buat nongkrong lama2.

1. Kalimilk

Sepertinya ini pelopor Cafe Susu modern. Yang saya tahu, ini adalah cabang dari Jogjakarta.

Green Tea & Risoles Keju

Green Tea & Risoles Keju

Bagian isi Risoles Keju....not bad!

Bagian isi Risoles Keju….not bad!

2. Mom & Milk

Cafenya sungguh Instagram Material. Dan untuk rasa juga saya lebih suka yg ini sih..

ilivedonceilivedonce

Interior Indoornya

Interior Indoornya

Buku Menunya lucuuu...

Buku Menunya lucuuu…

Susu Vanilla favorit

Susu Vanilla favorit

D. Kategori International Food

1. Panties Pizza

Walaupun letaknya di dekat perumahan, namun interiornya niat. Sayang, pizza yg dijual dalam bentuk Calzone. Dimana topping yang indah malah tertutup 😦

Board Menu

Board Menu

Al fresco Dining

Al fresco Dining

Calzone Pizza

Calzone Pizza

2. Popipop Noodles Soup

Cabangnya lumayan banyak di Solo. Tapi saya coba beberapa menunya sih biasa aja, bahkan rasa kuahnya di lidah saya terasa….soto ayam!

ilivedonceilivedonce

Ramen Tomlery

Ramen Tomlery

E. Kategori Fine Dining

1. Warung Orange

Lagi happening waktu saya disana. Konon, pemiliknya adalah alumni Master Chef Indo, makanya presentasi makanannya cantik. Tapi kalo soal rasa standar aja. Yang menghibur, nuansa Restonya cantik banget!

Dari depan mencolok mata karena warna Orange segernya

Dari depan mencolok mata karena warna Orange segernya

Interior di dalam

Interior di dalam

Pan Fried Chicken With Creamy Mushroom

Pan Fried Chicken With Creamy Mushroom

2. Solo Bistro

Pastinya bakal balik, karena sepertinya mereka punya menu2 yang layak dicoba. Pelayannya pun informatif. Apalagi mereka punya menu Pizza yang sayangnya hanya tersedia di atas jam 17:00.

Sobis Fish Soup. THE BEST!

Sobis Fish Soup. THE BEST!

F. Kategori Bakso & Mie Ayam

1. Bakso Kadipolo

Bakso yg paling banyak di rekomendasiin di Solo. Memang enak sih, biarpun harganya termasuk mahal untuk ukuran makan di Solo.

Daging Sapi asli

Daging Sapi asli

Selain Bakso, mereka juga menyediakan menu Nasi Prasmanan yang lauknya banyak banget pilihan

Selain Bakso, mereka juga menyediakan menu Nasi Prasmanan yang lauknya banyak banget pilihan

2. Mie Gajah Mas

Di Solo, saya lebih suka makan mie ayam yg ala Chinese Food. Karena saya tidak begitu suka dengan Mie Ayam Jawa, jahenya berasa banget.

Mie Ungu

Mie Ungu

Noodle Beet with Mushroom

Noodle Beet with Mushroom

3. Mie Ayam Jamur Tiram

Ada yang unik di deket rumah, Mie Ayam jamur tiram. Nyoba? YA IYALAAAH

Halooo...Upin Ipin

Halooo…Upin Ipin

Not bad for Mie Ayam lover

Not bad for Mie Ayam lover

G. Kategori Street Food

1. Nasi Liwet

Belum sah di Solo kalau sarapannya bukan Nasi Liwet. So, this is my ZPR Breakfast my friend…

Laf!

Laf!

2. Dawet Telasih Bu Dermi

Konon ini jajanan favorit Pak Presiden.

Hasil blusukan di Pasar Gede

Hasil blusukan di Pasar Gede

The Famous Dessert in town

The Famous Dessert in town

Dawet Telasih

Dawet Telasih

Oke, done! Sampai jumpa di review kuliner selanjutnya ya…

[Review] Mie Kuali Jl. Gandaria I No:41A Telp: 021-71621226

Buka puasa kali ini dipersembahkan oleh resto yang meng-claim dirinya menyajikan hidangan khas Makassar.

Takjil berupa es buah diberikan gratis. Sebelum maghrib, kita sudah memesan Bihun Panggang, Mie Kuali dan Nasi Goreng Merah. Sayangnya, Jalankote yang sudah diincar sudah habis diborong pengunjung.

Mie kuali berisi mie panggang yang dicampur kuah kental dan potongan bakso, cumi, udang dan semacam cakwe. Campuran untuk mienya sih lumayan padat dan enak. Apalagi dimakan bersama cabe rawit khas Makassar yang walaupun bentuknya mini, tapi pedasnya menggigit. Hanya saja saya tidak suka tekstur mie panggang yang serasa makan mie setengah matang yang masih keras. Hal yang sama juga terjadi pada menu Bihun Panggang. Bedanya karena tekstur bihun yang kecil, jadi teksturnya tidak begitu terasa. Padahal sehari-hari, saya lebih suka mie yang setengah matang daripada kelembekan, namun mie ini masih terasa seperti mentah karena teksturnya.

Nasi Goreng Merah yang warnanya menor

Nasi Goreng Merah yang warnanya menor

Mie Kuali

Mie Kuali

Acar Cabe Rawit Khas Makassar

Acar Cabe Rawit Khas Makassar

Lain kali mungkin saya akan coba mie rebus atau mie gorengnya saja. Untuk Nasi Goreng Merah, ada after taste yang bikin saya eneg. Yah mungkin ini memang bukan selera saya, tapi patut dicoba karena jarang resto khas Makassar selain konro seperti ini. Overall, seluruh masakan disini kurang asin –bahkan-untuk-saya-yang-tidak-suka-terlalu-asin-, tapi di tiap meja disediakan garam dan kecap asin.

Untuk menu, selain makanan berat seperti berbagai macam mie, bihun, dan nasi, Ayam Tanpa Tulang, Buras, Udang Goreng Tepung, Cap Cai, NyukNyang (Bakso), mereka juga menyediakan cemilan seperti Siomay khas Makassar, Jalankote (Pastel khas Makassar) dan Singkong Thailand.

Harga:

Bihun Panggang = 31k++

Mie Kuali = 27k++

Nasi Goreng Merah = 27++

[Review] Remboelan – Street Gallery Pondok Indah Mall Lt.1 No:105 (Telp: 021 – 29529737)

Resto yang mengusung motto Indonesian Soulfood ini cukup dapet respon yang bagus. Terbukti dari saya yang mendapat nomer tunggu ke-35 saat jam makan siang. Namun karena teman saya juga belum datang, akhirnya tetap saya pantengin.

Voila!Β  Dapet meja juga akhirnya, menu nya cukup bikin lapar mata karena banyak banget dan sepertinya enak semua. Akhirnya kita pesan Nasi Bakar Ikan Peda, Nasi Berkat, 2 Es Teh Jawa manis dan Es Teler.

Nasi Berkat dan lauk pauknya cenderung manis, Nasi bakarnya gurih dan pedas (rekomen, walau porsinya mini). Es Telernya β€˜sepi’ buah dan biasa aja.

Penampakan Nasi Berkat (heboh ya......)

Penampakan Nasi Berkat (heboh ya……)

Resto ini lumayan buat yang mau makan makanan khas Indonesia kl lagi di mall.

Tempatnya juga cukup luas, cocok kalo mau ngadain acara kumpul bareng.

Harga:

Es Teh Jawa Manis = 9k++

Es Teler Β = 25k++

Nasi Bakar Ikan Peda Β = 38k++

Nasi BerkatΒ  = 38k++

https://www.zomato.com/id/beirut/the-link-dbayeh-metn