Michelle dan RCTI

Kalau di Solo ada Dhika Bakery, di Cibubur ada Michelle Bakery. Yang sepertinya toko kue dengan gedung paling tinggi dan mewah yang saya pernah lihat.

Tapi disini kita ngga akan bahas Bakery-nya ya. Tapi ingatan saya langsung melayang jauh begitu membaca nama Michelle.

Saya ingat betul, Michelle adalah nama yang sempat saya pilih jaman dulu menggantikan nama asli. Sampe kalau ada anak tetangga yang mau main ke rumah, ngga akan saya bukain pagar kalau nama Michelle belum disebut 😂.

Rupanya pemilihan nama Michelle ada sejarahnya, dan mungkin inilah yang disebut Shock Culture. Jadi nama itu terpilih ngga lama setelah Stasiun TV RCTI membebaskan layanan decodernya (millenials cant relate).

Saya yang terbiasa dengan TVRI dan nama nama lokal seperti Cahyo, Melan, Gepeng, Sri, seketika dihadapkan tontonan dengan nama Kelly, Michael, Richard dan Michelle tentunya. Di telinga kecil saya entah kenapa nama nama asing itu keren banget, sampe kalau bisa ganti nama mungkin saya bakal pilih nama bule.

Untunglah orangtua saya yang Jawa asli dan ngga neko neko tidak mendukung keinginan itu. Jadilah panggilan itu hanya bertahan beberapa minggu saja hehehe.

Kalau kamu, Shock Culture atau Gegar Budaya apa yang pernah dialami sepanjang hidup?