Saya Vs Nasi

Kemarin, saya mengirimkan pesan ucapan terima kasih kepada seorang pakar Food Combining, yaitu Erikar Lebang. Begini isinya,

Halo Mas Erik,

Sebenernya saya follower di twitter, tapi mau DM ngga bisa. Dan saya cari alamat email di website pun tak ada.

Saya cuma mau ngucapin makasih, krn berkat Ramadan kmr full saur exclusive buah, jadi bisa ngga ketergantungan lagi sama nasi. 

Bahkan saat ini porsinya pun sudah berkurang jauh. Maklum dari kecil dididik sama ibu yg mindsetnya apa2 harus makan nasi dl. Sekali lagi makasih banyak, krn dl saya pikir candu nasi ini hanya bisa hilang dgn hipnoterapi.

Semoga Mas Erik sekeluarga sehat & berkah hidupnya. Aamiin πŸ™

Yang ikutin blog saya mungkin pernah tahu soal kecanduan saya sama nasi, yang menurut saya makin kesini makin parah. Bahkan untuk perjalanan atau situasi yang tidak memungkinkan untuk ketemu nasi, saya selalu bawa bekal nasi/lontong. Jaga jaga daripada cranky atau ngerepotin karena sakit. Seringnya sih bungkusin Onigiri keluaran Sevel yang enak & praktis. Dan sekarang Sevel Indonesia sudah resmi tutup, oh andaikan sushi murah AEON ada di deket rumah.

Karena saya baru follow twitternya Mas Erikar (sebab waktu itu dia vokal sekali soal Pilkada), begitu memasuki Ramadan, saya teringat ritual Saur Eksklusif Buahnya. Sesuai namanya, saat Saur kita hanya mengkonsumsi buah & air putih. 

Sebenernya beberapa tahun lalu saya juga sempat nyoba. Tapi ngga full sebulan, maklum waktu itu masih jadi anak kos. Begitu ada kesempatan sahur di rumah ya ngga disia siakan hehe.

Nah tahun ini keinginan saya kuat untuk full saur eksklusif buah. Waktu itu sih niatnya karena pengen menguruskan badan. Apalagi sebelum puasa saya sudah mulai rutin lari, yang sukses bikin tubuh agak mengecil. 

Awal awal puasa, saya wajibkan ada Pisang dalam menu saur, dan minimal 3 jenis buah. Alasannya karena Pisang kan ngenyangin dan takut lapar jadi harus ada beragam macam buah. Lama kelamaan sih karena bosan & sudah terbiasa, ya ngga mesti ada Pisang dan sedikit buah pun juga ngga masalah. 

Menu sahur buah pertama. Karena setelahnya udah ngga pernah difoto lagi πŸ˜‚

Efek berpuasa dengan Sahur Eksklusif buah antara lain perut jauh lebih enteng & ringan. Bahkan ketika langsung tidur setelah sahur. Untuk urusan lapar dan haus pun biasa saja, malah jadi tetap semangat dan ngga ngantuk. Rutinitas sahur pun jadi lebih praktis, karena kita hanya memotong buah, walaupun saya tetap menghangatkan makanan untuk santapan Suami.

Dan bonus yang paling menyenangkan adalah berat badan yang cepat turun. Yay! Dengan Saur hanya dengan buah, membuat nafsu makan kita jadi tidak berlebihan. Saya yang biasanya buka langsung makan berat, sekarang sudah ngga nyaman lagi.

Biasanya saya berbuka dengan minum air putih dan makanan ringan dulu. Lanjut dengan makan nasi setelah Solat Maghrib. Dan tidak makan apa apa lagi sampai waktunya Sahur.

Yang mengejutkan, saya juga mulai bisa mengurangi nasi. Kalau dulu di jam makan saya harus makan nasi, sekarang dengan mie, pasta, kentang, roti, atau jagung pun oke oke aja. Mungkin karena selama puasa sudah terbiasa tanpa nasi dalam jangka waktu lama. Suami bahkan sempat kaget, karena porsi makan saya berkurang drastis. Malah saya sempat menolak ajakan makan all you can eat saat buka puasa bersama, dengan alasan takut mubazir #MakIrit πŸ˜‚

Karena menurut saya, hidup tanpa (banyak) nasi merupakan prestasi, saya pikir saya harus say thanks langsung ke Mas Erik. Murni saya ngga mengharapkan pesan saya dibalas. Selain karena tahu dia sedang di luar negeri, mau ngga mau saya harus memakai akun jualan untuk kirim pesan tsb (saya tidak punya akun pribadi di Fb). Yang terpenting ybs tahu bahwa usahanya untuk menyebarkan gaya hidup sehat ada yang mengapresiasi.

Walaupun akhirnya dibalas juga sih hehe. Mas Erik cuma bilang ikut senang dan menyarankan saya untuk mengganti nasi putih dengan beras merah, hitam, atau coklat. Karena menurut dia, nasi bukan satu hal yang harus dihindari.

Walaupun saat ini saya belum mampu untuk menjalani Food Combining, dan masih mengkonsumsi beras putih yang dicampur beras merah, namun semoga postingan ini bisa menginspirasi pembaca yang mau menjalani hidup sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s