Sepenggal Kisah Kehidupan

Mau sharing kisah nyata boleh ya? Tujuannya sih sekedar berbagi pengalaman hidup orang. Syukur2 bisa jadi bahan renungan, khususnya tentang Pernikahan.

Jadi ini nyeritain pengalaman hidup sahabatnya Suami (sebut aja Dave). Mereka ini sebenernya ngga sepantaran (lebih tua Dave bbrp tahun), namun karena udah kenal lama di suatu komunitas, akhirnya deket dan saling curhat sampe sekarang.

Flashback dikit, suami yang waktu itu baru lulus kuliah, kenal Dave, yang saat itu statusnya adalah Ayah beranak 2. Istrinya (E) bekerja di Perusahaan Multinasional, sementara Dave adalah fotografer freelance. Singkat cerita, Dave ini sangat keberatan karena mertuanya (orangtua E), melarang mereka untuk hidup mandiri dan keluar dari rumah keluarga E. 

Menurut suami, Dave & E pernah keluar dari rumah, dan menyewa rumah yang masih berdekatan dengan keluarga E. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Hanya sekitar setahun kemudian mereka kembali lagi tinggal bersama keluarga besar E. Saya kurang tahu apa penyebabnya.

Skip skip, beberapa tahun lalu Dave curhat ke suami kalau rumahtangganya bermasalah, dan hampir memutuskan untuk berpisah. Di tengah kegalauan Dave, dia malah menjalin hubungan dengan perempuan lain (sebut aja P) yang juga di komunitas yang sama. Bahkan mereka pernah bermesraan di depan anak Dave saat liburan bareng ke luar negeri.

Akhirnya, Dave pun bicara ke E kalau dia berniat bercerai & akan menikahi P. Namun E menolak bercerai demi anak, dan mempersilahkan Dave untuk berpoligami. Ngga lama kemudian Dave pun menikahi P (yang menjadi mualaf) secara siri. 

Setelah Dave menikah yang kedua kalinya, E & P (yang bekerja di BUMN) memutuskan resign. Sampai disini bisa kebayang ngga? Seorang lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap harus menanggung hidup 2 perempuan & 2 anak yang masih sekolah. 

Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, Dave & P kemudian hijrah ke Bandung untuk memulai usaha suplier bahan makanan untuk restoran. Mereka menyewa apartemen kecil sebagai tempat tinggal sekaligus gudang penyimpanan. Dave akan bergantian ke Jakarta menjenguk anaknya, atau E dan anak2 yang akan ke Bandung.

Waktu kami honeymoon dan singgah di Bandung, suami mengajak saya untuk mampir ke apartment mereka. Dan kebetulan saat itu E dan anak2 nya juga ada di Bandung. Disitulah saya mendapati pemandangan yang tidak lazim. Dimana seorang suami, istri pertama, istri kedua, beserta anak2 mereka tinggal dalam satu rumah. Anak2 memanggil Mama & Bunda ke istri2 Dave. Bahkan E & P kompak pergi berdua mengantarkan bahan makanan ke customer. Amazing!

Namun, keadaan berubah setelah usaha mereka di Bandung bangkrut. Di tengah kondisi tersebut, Dave sempat mengatakan kalau dia menyesal menikahi P, karena beda dengan E yang bisa diajak diskusi. Namun nasi sudah menjadi bubur, akhirnya Dave & P balik ke Jakarta dan tinggal di rumah orangtua Dave, dan E serta anak anak tinggal bersama keluarga besarnya. 

Lama ngga ada kabarnya, Suami akhirnya tahu kalau Dave & E sudah pisah secara agama. Sementara hidupnya dengan P juga tak kalah ironis. Harus tidur terpisah karena rumah orangtua Dave sebenernya tidak cukup menampung mereka. Untunglah P & Dave akhirnya mendapat pekerjaan, dan bisa menyewa rumah untuk ditempati.

Minggu kemarin (26/3), ada pertemuan komunitas yang dihadiri suami dan Dave. Saat itu Dave datang dalam kondisi lusuh & stress, dan dari cerita nya diketahui bahwa E terkena stroke. Yang bikin Dave sedih adalah ketika ia berniat menjenguk E, keluarga besar E tidak mengijinkan Dave masuk. Padahal menurut Dave, E sangat ingin bertemu Dave. Yang menyedihkan lagi, pernah saat Dave menelpon E dengan bantuan anaknya, HP yang dipakai langsung direbut oleh keluarganya.

Puncaknya adalah ketika Kamis kemarin (30/3), kami mendapat kabar kalau E telah meninggal dunia. Segera lah kami menuju kediaman Almarhum untuk melayat. Walaupun sesuai dugaan, beberapa kerabat E tampak tidak senang menyadari kalau kami adalah kawan Dave. Bahkan keluarga Dave yang ikut melayat, tidak membaur dengan keluarga E. Dave tampak sangat terpukul, entah apa yang ada di pikirannya saat itu.

Sampai saat ini itulah yang terjadi pada episode kehidupan Dave. Saya tidak sanggup membayangkan bagaimana interaksi Dave dengan 2 anaknya kelak.

Yah, begitulah rumit & abstraknya kehidupan manusia. Kalau bukan melihat sendiri kadang ngga percaya yang seperti ini bisa terjadi. Saya tidak akan memihak pihak manapun, karena saya yakin kita semua cuma orang luar yang tidak menjalani. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian diatas. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s