Spoil Brat Mode On

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami kecelakaan kecil di dapur saat hendak menyiapkan makan malam. Lagi mau mengiris ujung bawang putih…slash, teriris lah ruas jari telunjuk saya. 

Well, sebenernya sebagai tukang masak amatir, tangan saya pernah juga lah beberapa kali kena irisan pisau. Tapi entahlah kali ini saya agak panik, mungkin karena sayatannya agak dalam, jadilah darah tidak kunjung berhenti walau sudah saya tekan dan dialiri pancuran air. 

Mana waktu itu persediaan tensoplast lagi habis, segera saya telp suami untuk pulang dan bawain tensoplast. Untungnya lokasi suami masih dekat rumah. Tapi sementara saya nunggu, sontak saya merasa kepanasan luar biasa. Keringat bercucuran, ditambah saat itu saya belum makan berat sehabis buka puasa. Untunglah ngga lama suami dateng lengkap dengan alkohol, kassa dan perban *lebay. 

Eits…bukan kode pilkada ya!

Setelah dibalut tensoplast, karena masih berasa nyut nyutan & perih kalau terkena air. Ditambah saya merasa lemas sekali setelah peristiwa itu, saya ngga mood buat lanjutin masak. Suami sih udah mau jajan aja buat makan malem, tapi saya tolak karena lauk ikan bakar sudah matang. Akhirnya, suami yang masak nasi dengan intruksi saya. Dan tumis kangkung yang sedianya buat lauk sayur, ditiadakan. Untunglah saya sempat mengiris beberapa ketimun sebelumnya. Jadilah makan malam kita hari itu ikan bakar dengan lalap ketimun. 
Setelah peristiwa itu, entah kenapa nafsu masak (bukan makan) saya menguap. Bahkan hampir trauma untuk pegang pisau lagi. Sehari setelahnya memang saya ngga sentuh pisau sama sekali. Bikin mie instan pun, yang biasanya saya kasih bumbu bawang putih, irisan cabe & daun bawang, kini hanya berteman telur saja.

Tapi cencu saja kondisi ini ngga bisa dibiarin lama lama. Maklum, sini bukan inces yang bisa makan enak tanpa harus masak dulu 😞. Apalagi, saya harus mulai siapkan lauk pauk untuk bekal kerja minggu depan. Akhirnya ya alamiah aja, saya mulai dengan siapin menu & bahan yang harus dibeli seperti biasa. Pagi banget jalan ke pasar & belanja bumbu di tukang sayur. Lanjut deh masak memasaknya, tapi kali ini hati hatiiii banget.

Pesan saya buat kaum hawa yang wajib turun ke dapur. Biasakanlah memasak tanpa banyak pikiran kaya saya yang over-thinking ini. Kenapa? Karena cewek masak mainannya berbahaya. Pisau lah, kompor lah, cobek lah. Jadi konsentrasi dan fokus itu penting. Sebelum saya teriris pisau itu, saya sempat mengecek WA. Di situ ada pesan dari kakak saya di group yang sepertinya nyasar. Lagi mikir2 kenapa dia bisa WA kaya gitu, ilang konsentrasi, dan terjadilah insiden itu. Lucunya, saat saya konfirmasi ke kakak saya maksud pesan dia itu. Eh dia bilang bukan dia yang ngetik, melainkan anaknya yang masih kelas 1 SD. Hadeuuh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s