Bahagia ku di Lulu

Hujan telah tiba…..

Seharian pula sabtu kemarin. Bener2 cuaca yang pas buat wiken, yang saya habiskan di rumah orangtua. 

Ketika mendengar nyokap jatuh kepleset waktu lagi jemur baju, saya dan kakak sepakat untuk sama sama mengunjungi orangtua untuk jenguk dan lihat kondisinya. Kakinya sih udah dipijet, tapi masih berasa sakit dan kaku menurut nyokap. Akhirnya kita mau lihat dulu perkembangannya, sebelum dibawa ke pijat khusus kesleo. So far sih kakinya baik2 saja dan masih bisa berjalan walau pelan.

Seperti biasa, agenda kita kalau lagi di rumah nyokap adalah pergi ke Lulu Hypermarket. Selain dekat rumah, kita hobi kesana karena isinya makanan unik, komplit, dan harganya lumayan miring.

Fyi, Lulu Hypermarket adalah retail chain dari Arab, yang memang (masih) hanya satu di Indonesia. Saya juga kurang paham kenapa daerah Cakung dipilih sebagai lokasi dibukanya Lulu (yang menempati tempat ex-Super Indo). Yang jelas, beberapa kali kesana memang sering menemukan orang Timur Tengah yang lagi berbelanja.

Nah, sekarang saya mau tunjukin kenapa saya terobsesi sekali dengan Lulu. Bahkan saya pernah bercita cita punya rumah di Taman Modern yang posisinya di samping Lulu persis, biar bisa tiap hari kesana. lol

Must Buy!

Nah ini yang wajib dibeli kalau ke Lulu, Roti Baguette/Bruschetta yang tinggal lep karena sudah ada isiannya. Bahkan kita bisa minta dipotongin ke petugasnya. Sebaiknya sih datang pagi pas jam buka yang masih sepi, karena saya pernah mergokin seorang ibu yang memilih sampai mengeluarkan roti dengan tangannya, walaupun sudah ada peringatan untuk tidak memegang langsung.

Cake Slice dengan harga yang lebih murah. Favorit saya disini adalah Crepes Greentea

Whole Cakes

Cemilan Timur Tengah

Di Lulu juga bagian Bread Pastry nya lumayan lengkap, bahkan ada juga kue khas dari Timur Tengah.

Ena enaa

Aneka jajanan Timur Tengah yang bikin penasaran

Aneka Salad Sayur & Buah

Di bagian Salad & Sayuran ini juga menjual dip sauce / salad dressing. Suka tersedia hummus kesukaan saya juga lho!

Salad yang model timbangan (ada sayur & buah)

Jus Mentimun, Jus Anggur, Jus Semangka, etc

Ada infused water kurma!

Makan sehat tapi murah? Ailaf!

Sushi Station

Ludes dalam sekejap!

Tips Belanja di Lulu Versi Saya;

– Usahakan mengambil flyer saat memasuki Hypermarket, untuk lebih mengetahui item mana yang lagi diskon. Sering ke Lulu bikin saya paham, kalau ada beberapa item yang sering mengadakan promo harga murah.

– Rata rata makanan dijual dengan sistem timbangan. Karena banyak yang harus dicoba, saya selalu minta petugas untuk ambil 100gr aja dari masing2 item. 100gr itu minimal beli kalau diambilin petugas (kakak saya pernah ambil kerang sendiri dan dibawah 100gr). Seringnya sih lebih dari 100gr dikit, tapi ngga masalah kok.

– Di Lulu juga menjual bahan makanan seperti buah, daging, ayam, ikan & seafood, telur, dll. Harganya kadang bahkan lebih murah dari di pasar. Saya selalu membeli aneka macam daging seperti daging giling, tumis, atau rawon untuk stok. Sampai rumah, langsung saya kukus/rebus biar bertahan lama.

– Lulu juga menyediakan semacam makanan cepat saji seperti Pizza, Soto, Nasi Briyani, Nasi Kebuli, Sashlik, Masala, Ayam Panggang/ Goreng Tepung, Sosis Bakar, dan aneka lauk yang bisa disantap di tempat.

– Kerang hijau yang dijual di Lulu kurang oke, karena cangkangnya sudah banyak yang terbuka. Saran saya beli saja kerang dara yang masih lebih fresh.

– Bahwa ternyata Ikan Dori adalah Ikan Patin, adalah hal yang saya ketahui dari Lulu 😂

Oke, sekian dulu dari saya. Nanti kalau ada lagi saya update yaaa…

Happy Shopping!

Advertisements

Spoil Brat Mode On

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami kecelakaan kecil di dapur saat hendak menyiapkan makan malam. Lagi mau mengiris ujung bawang putih…slash, teriris lah ruas jari telunjuk saya. 

Well, sebenernya sebagai tukang masak amatir, tangan saya pernah juga lah beberapa kali kena irisan pisau. Tapi entahlah kali ini saya agak panik, mungkin karena sayatannya agak dalam, jadilah darah tidak kunjung berhenti walau sudah saya tekan dan dialiri pancuran air. 

Mana waktu itu persediaan tensoplast lagi habis, segera saya telp suami untuk pulang dan bawain tensoplast. Untungnya lokasi suami masih dekat rumah. Tapi sementara saya nunggu, sontak saya merasa kepanasan luar biasa. Keringat bercucuran, ditambah saat itu saya belum makan berat sehabis buka puasa. Untunglah ngga lama suami dateng lengkap dengan alkohol, kassa dan perban *lebay. 

Eits…bukan kode pilkada ya!

Setelah dibalut tensoplast, karena masih berasa nyut nyutan & perih kalau terkena air. Ditambah saya merasa lemas sekali setelah peristiwa itu, saya ngga mood buat lanjutin masak. Suami sih udah mau jajan aja buat makan malem, tapi saya tolak karena lauk ikan bakar sudah matang. Akhirnya, suami yang masak nasi dengan intruksi saya. Dan tumis kangkung yang sedianya buat lauk sayur, ditiadakan. Untunglah saya sempat mengiris beberapa ketimun sebelumnya. Jadilah makan malam kita hari itu ikan bakar dengan lalap ketimun. 
Setelah peristiwa itu, entah kenapa nafsu masak (bukan makan) saya menguap. Bahkan hampir trauma untuk pegang pisau lagi. Sehari setelahnya memang saya ngga sentuh pisau sama sekali. Bikin mie instan pun, yang biasanya saya kasih bumbu bawang putih, irisan cabe & daun bawang, kini hanya berteman telur saja.

Tapi cencu saja kondisi ini ngga bisa dibiarin lama lama. Maklum, sini bukan inces yang bisa makan enak tanpa harus masak dulu 😞. Apalagi, saya harus mulai siapkan lauk pauk untuk bekal kerja minggu depan. Akhirnya ya alamiah aja, saya mulai dengan siapin menu & bahan yang harus dibeli seperti biasa. Pagi banget jalan ke pasar & belanja bumbu di tukang sayur. Lanjut deh masak memasaknya, tapi kali ini hati hatiiii banget.

Pesan saya buat kaum hawa yang wajib turun ke dapur. Biasakanlah memasak tanpa banyak pikiran kaya saya yang over-thinking ini. Kenapa? Karena cewek masak mainannya berbahaya. Pisau lah, kompor lah, cobek lah. Jadi konsentrasi dan fokus itu penting. Sebelum saya teriris pisau itu, saya sempat mengecek WA. Di situ ada pesan dari kakak saya di group yang sepertinya nyasar. Lagi mikir2 kenapa dia bisa WA kaya gitu, ilang konsentrasi, dan terjadilah insiden itu. Lucunya, saat saya konfirmasi ke kakak saya maksud pesan dia itu. Eh dia bilang bukan dia yang ngetik, melainkan anaknya yang masih kelas 1 SD. Hadeuuh!

Jepang Takajuik* Moment

HIS Amazing Sakura - Blogger Competition“>

Beberapa tahun lalu, saya dan beberapa teman kuliah (berlima & cewek semua) berkesempatan untuk reuni sekaligus liburan ke Jepang.

Me & squad

Ini hal yang ngga pernah terpikirkan sama sekali oleh kita. Dulu, jaman kuliah yang di dompet cuma ada duit 5000 perak istilahnya, mana kebayang bisa pergi liburan bareng, apalagi ke Jepang (yang mitosnya salah satu negara mahal). Bahkan reuni sekaligus liburan ini terjadi setelah 11 tahun kita lulus kuliah, iya kami setua itu 😂.
Setelah beberapa kali ketemuan untuk booking pesawat, hotel, dan membahas itinerary, kami sepakat untuk pergi wisata ke Jepang akhir Februari 2012. Tadinya sih kita ingin menikmati Jepang di musim semi, apalagi menurut salah satu teman, banyak festival seru yang diadakan saat itu. Tapi apa daya, tiket Promo Air Asia kami hanya berlaku di saat masih musim dingin.

Winter in Japan

Walaupun perjalanan kami lumayan melelahkan, karena harus transit 4 jam di KL, tapi wisata kali ini -surprisingly- membuat saya langsung menjadikan Jepang sebagai negara favorit di Asia. Inilah yang saya sebut Jepang Takajuik Moment. Ingin tahu mengapa Jepang begitu menakjubkan? Berikut alasannya,
1. Visa yang Mudah & Cepat.

Bahkan sebelum saya tiba pun, saya sudah merasakan betapa orang Jepang sangat menghargai turis yang akan mengunjungi negaranya. Hal ini terlihat dari efisiensi mereka dalam pengurusan Visa. Semua proses dipermudah, cepat, dan jelas. Jadi jangan ragu untuk datang dan mengurus Visa Jepang sendiri.

2. Jepang Ternyata Tidak Semahal ITU.

– Penginapan

Kami menginap didaerah Osaka (Hostel Chuo) & Tokyo (Hotel Sakura) yang nyaman,strategis dengan harga terjangkau (Ratenya saat itu hampir sama dengan harga kamar Hotel menengah di Bali). Bahkan di Osaka, kamar kami berupa kamar tradisional khas Jepang yang dilengkapi dengan kimono & tatami. Sungguh pengalaman yang unik dan berkesan!

Tipe Kamar Dormitori di Hostel Chuo

Ruang makan dimana kita bisa ngobrol sama sesama turis mancanegara

Mencoba kearifan lokal ala Jepang

Foto di dinding Hotel. Tebak kita yg mana?

– Transportasi

Walaupun Jepang transportasinya dikenal mahal, namun banyak alternatif yang bisa dipilih untuk menghemat budget. Contohnya, untuk perjalanan antar kota. Daripada menggunakan Shinkasen yang mahal, kami memilih menggunakan Bus Malam Willer dalam perjalanan Osaka – Tokyo – Osaka yang tarifnya hanya separuh dari Shinkansen. Dengan Bus Willer pula, kita dapat berhemat biaya Hotel karena perjalanan berlangsung semalaman. Apalagi Bus ini sangat nyaman dengan re-clining seat & penutup kepala. Bahkan ketika larut malam lampu dimatikan dan Bus melaju kencang, saya sempat mengira kalau sedang berada di dalam pesawat hehe.

Pulang pergi dapet Bus yang interiornya semua pink. Gemes!

Ini bukan di-creambath. Tapi ada Head Cover buat penumpang Bis

– Makanan

Ini yang paling bikin saya takjub. Biasanya bila sedang liburan di negeri orang, saya seringkali kangen masakan Indonesia. Tapi tidak di Jepang, karena kuliner mereka betul betul beragam, menggoda karena memanjakan mata, enak, segar, sehat dengan harga yang terjangkau. Bahkan di convenience store seperti 7-11 atau Lawson yang sepertinya tiap lima langkah ada, makanannya sangat menggugah selera. Untuk makanan berat, kami sering makan di Yoshinoya yang harganya mirip dengan Foodcourt di Jakarta. Namun dengan porsi yang lebih besar dan rasanya lebih enak.

Yoshinoya Japan

Bento & roti di convenience store

Seafood @ Tsukiji Market

Jajanan Jepang

Sushi!

Yang haus yang haus…

– Belanja
Jepang termasuk destinasi surga belanja buat orang Indonesia. Bagaimana tidak? Barang dari yang murah sampai mahal tersedia disana. Banyak fashion merk lokal Jepang yang keren & murah. Belum lagi toko semacam Daisho yang menjual pernak pernik lucu & perlengkapan rumah tangga dengan satu harga.

3. Kebaikan & Keramahan Warga Jepang

Jadi gini ya, biarpun kita datang ke negara yang keindahan alamnya luar biasa tapi warganya tidak bersahabat, apa kita betah? Nah Jepang adalah negara yang unik menurut saya. Walaupun orangnya sangat modern (berjalan cepat, penggemar barang bermerk), tapi masih menjunjung tinggi budaya dan adat ketimuran. Saya sangat terkesan akan kebaikan Orang Jepang dalam membantu sesama, dan beruntung selama disana saya beberapa kali mendapat pengalaman soal ini. Dimulai dari waktu kita tiba di Osaka saat tengah malam yang dingin, dan harus berjalan kaki mencari Hostel. Kita didatangi seorang pemuda Jepang yang langsung menawarkan diri untuk mengantar ke tempat tujuan. Pemuda ini kuliah di universitas Amerika lho, tapi dalam kepulangannya ke Jepang masih mau mengantar turis. Dan selanjutnya, sering kali kita diantar orang Jepang ke tempat tujuan, walaupun awalnya kita hanya menanyakan arah. Padahal jaraknya lumayan jauh dari tempat kita bertanya, apalagi sempat ada seorang bapak yang mengantar kita sudah mengenakan seragam kerjanya. Lucunya, pernah saya bertanya petunjuk arah menuju hotel ke seorang siswi sekolah. Setelah dia mengecek ponselnya, lalu menjelaskan arah yang harus dituju. Karena ragu dengan petunjuk dari dia, saya bertanya lagi ke seorang polisi, dan menemukan hotel yang saya tuju. Ngga jauh dari hotel, tiba tiba siswi tadi menyusul saya! Sambil minta maaf kalau petunjuknya salah, dan mengantar saya hampir ke hotel. Terharuuuu. 

Kebaikan dalam hal lain sempat dialami seorang kawan saya. Saat memilih oleh oleh di toko suvenir, dia tidak sengaja memecahkan beberapa barang. Setelah dia minta maaf dan bersedia mengganti barang yang pecah, si pemilik toko ternyata tidak mau. Dia hanya mengijinkan teman saya membayar seharga barang yang dibelinya saja. Ish, ini orang Jepang pada makan apa sik, kok bisa baik bener jadi manusia? 

Thanks for your help & hospitality 😍😘

Nah, karena saat ini saya sudah menikah. Ingin sekali suatu saat saya bisa kembali liburan ke Jepang bersama suami. Kalau kami nantinya berniat untuk berpetualang berdua, langkah awal tentunya kami harus mencari tiket penerbangan murah ke Jepang & akomodasi lainnya, yang pastinya tinggal diklik disini HAnavi.
Tapi karena kita berdua sadar kalau ngga pinter bikin itinerary, namun tetap ingin jadwal dan aktivitas selama di Jepang bisa teroganisir dengan baik. Kemungkinan kita akan memilih Paket Tour Jepang sebagai teman perjalanan dalam wisata ke Jepang berikutnya.

Doakan ya semoga tahun ini saya dan suami bisa menikmati Sakura di Jepang bersama His Travel Indonesia , dan pulang membawa bayi ‘made in Japan’, yang gedenya nanti bisa menuntut ilmu di Jepang 😝. Aamiin!

Takajuik* = Terkejut dalam Bahasa Minang