Persiapan Nikah Versi Guve

Pernikahan versi saya adalah super minimalis & simple. Ibarat rumah maka tipe RSSSSSSSS. Selain tanpa Foto Pre Wedding, siraman, seserahan & pengajian, saya juga menikah tanpa undangan, suvenir, pelaminan dan meja tamu. Banyak faktor kenapa saya menikah dengan cara ini. Salah satunya karena saya tidak suka seremonial. Yup! Bahkan dulu saya merasa tidak perlu menghadiri acara wisuda kampus, apalagi membayangkan subuh sudah harus dimake up dan berkebaya. Faktor kesehatan orangtua juga menjadi pertimbangan utama kami, ditambah pernikahan ini akan menjadi yang terakhir di keluarga kita masing masing.

Jadilah nanti kami hanya mengadakan akad nikah, lanjut dengan makan besar dengan keluarga dan saudara dekat. Acara penutup adalah foto studio yang dilakukan di rumah CPP. Temen temen gimana? Nah itulah…. beberapa kali saya sempet mengetes beberapa orang teman dekat saya soal rencana ini, yang artinya tidak ada undangan dari pihak teman sama sekali. Namun karena responnya agak ‘menyedihkan’, sejak itu saya selalu berusaha menghindar dari ajakan berkumpul jelang acara :p

Sesederhana pernikahan, pastilah ada yang harus disiapkan. Kami nyaris santai, biarpun beberapa hal cukup menyita pikiran. Kebayang juga yg pernikahannya extravaganza, pasti banyak banget printilan yang harus diurus.

1. Persiapan Surat Surat & Administrasi

Ini persiapan yang pertama dilakukan. Selain untuk bisa mem-booking Penghulu di tanggal yang telah ditentukan, rasanya kl urusan surat & administrasi beres pikiran jadi tenang.

– Langkah pertama adalah meminta Form Surat Mengurus Nikah di RT setempat

– Membuat Surat Izin Pernyataan Orangtua. Saya buat di selembar kertas dgn bunyi standar, ” Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa putri saya yang bernama bla bla bla…..” Cantumkan 2 nama calon pengantin lengkap dengan keterangan dimana pernikahan akan dilangsungkan. Surat saya hanya ditandatangani oleh ibu saya, krn bokap lg diluar kota. Sempet khawatir karena yang menikah perempuan, nyatanya fine fine aja tuh.

– Membawa Form RT, Surat Izin Ortu, FC KTP & KK ke Sekretariat RW untuk ditandatangan, penomeran dan pemeriksaan berkas. Selanjutnya dibawa ke RW setempat untuk ditandatangan.

– Form RT, Copy Surat Izin Ortu, FC KTP & KK selanjutnya diserahkan ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Surat Model N1, N2, N4. Biaya: free ( walau petugas sempat menyuruh saya untuk kembali lagi setelah jam makan siang, nyatanya jam 11 sudah bisa diambil. Wallahualam)

– Mulailah foto studio untuk keperluan Buku Nikah. Yang diperlukan adalah Pas Foto ukuran 2×3 (3lbr) & 4×6 (1lbr) untuk masing masing orang. Usahakan menggunakan background Biru.

– Surat N1, N2, N4, FC KTP & KK , Pas Foto, Surat Izin Ortu (Asli), diberikan ke KUA setempat. Karena saya hanya mengurus Surat Numpang Nikah, maka tidak membayar biaya Penghulu ( Calon suami saya dikenakan Biaya Rp 600k via transfer Bank BRI, dan penghulu wanti2 untuk minta tambahan ongkos saat acara. 86 Paaaak…!). Biaya : Free (tp si Ibu Admin minta uang serelanya).

2. Baju Pengantin & Keluarga

Saya pribadi tidak suka menyimpan barang yang cuma sekali pakai. Jadilah untuk menikah besok, baju akad nikah dan untuk keperluan foto sama, alias sewa. Kita memakai Nilasari Studio untuk foto keluarga besar saat nikah. Vendor ini sudah langganan keluarga calon suami, jadi jangan tanya kenapa pilihnya ini hehe. Tentu saja nanti saya memakai baju adat Minang komplit dengan suntingnya. Hanya satu request saya, nanti saat akad nikah suntingnya jangan terlalu ‘penuh’.

Untuk nyokap, adik dan kakak perempuan, memakai baju seragam buatan konveksi calon suami #ZPRhemat. Untuk keponakan dan ipar lelaki, saya belikan mereka kemeja batik saat di Solo. Karena yang dirias hanya pengantin, rencananya di hari H saya booking kan Make Up & Hair Do untuk mama dan ade/kakak saya di Salon dekat rumah CPP, yaitu Laris Love Salon. Waktu itu sudah sempet tanya tanya, dan biayanya Rp 200k/org, sudah termasuk Make Up & Hair Do atau pemakaian hijab.

3. Perawatan Pra Nikah

Setelah menganalisa Paket Pra Nikah di Salon khusus Muslimah pilihan, akhirnya saya putuskan untuk mengambil perawatan secara ketengan. Menurut saya yang bukan tipe betah berlama di salon, paket yang ada sebagian ngga terlalu saya butuhkan. Kaya ada meni-pedi, totok telinga, dan beberapa perawatan rambut. Lagian jika ambil perawatan biasa, memungkinkan saya untuk mencoba berbagai jenis perawatan. So far sampai hari ini, yang sudah saya coba adalah Lulur Putih Tradisional, Lulur & Masker Kopi, serta Masker & Totok Wajah.

4. Vaksin Pra Nikah ( Akhirnya sekip )

Imunisasi Saten akhirnya saya batalkan karena ngga dapat ijin dari calon suami & nyokap. Padahal saya sudah 3x bolak balik ke puskesmas dekat rumah. Dan sudah janjian waktunya. Biaya gratis jika memiliki KTP DKI, info dari petugas pendaftaran Puskesmas.

Foto Pre Wedding dgn tema; sama sama ngga yakin... :p

Foto Pre Wedding dgn tema; sama sama ngga yakin… :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s