[Review] Quicksilver ; A Cruise in Bali

Mari berlayar!

Mari berlayar!

Halo! Kali ini saya mau review pengalaman saya ikutan berlayar dengan Quicksilver di Bali. Sebenernya ini kejadian tahun 2010 hehe, tapi mudah mudahan masih valid deh. At least, ada bayangan buat pembaca kalo mau ikutan trip sejenis. Jadi per orang waktu itu harganya 500 ribu.

Dari hasil browsing, sebetulnya ada 2 jadwal pelayaran; siang dan malam. Cuma saya memutuskan untuk ikutan yang siang, krn malam termasuk hipster. #Eh

Untuk trip siang hari, dimulai dr jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Harga sudah termasuk penjemputan dari dan ke hotel – Nusa Penida, snack all you can eat + Lunch buffet, dan water sport beserta perlengkapannya. Singkatnya, selama berlayar semua free, kecuali diving. Diving waktu itu kena 250rb/pax.

Setelah konfirmasi lewat telepon, tibalah waktu yang ditentukan. Mobil jemputan datang tepat waktu, sekitar jam 7.30 pagi. Setelah itu mobil APV mengarah ke hotel di Kuta untuk menjemput tamu lain. Supirnya mohon agar kami pindah ke seat paling belakang dengan alasan tamu selanjutnya dari Arab dan biasanya agak rewel. Huh, kesal sih! Tapi karena dalam rangka liburan kita menolak ribut dan bersedia duduk di barisan paling belakang. Sepasang tamu arab pun datang, dan si lelaki (dgn mata jelalatannya) berinisiatif mengenalkan istrinya yang bercadar, dan mengatakan ini adalah perjalanan ke Balinya yang ke lima sekaligus bulan madu. Tahun 2010 itu, saya baru 3x ke Bali dan lumayan kaget juga orang Arab bersedia menempuh jarak jauh demi bolak balik pergi ke Bali.

Singkatnya tibalah kita di pelabuhan Nusa Penida, setelah membeli tiket masuklah kita ke dalam kapal. Kapalnya 2 tingkat ukuran sedang, dengan tempat duduk berjajar panjang. Setelah memilih tempat duduk dekat jendela, kita langsung mengambil snack makan pagi berupa air lemon, jus jeruk dan berbagai macam buah dan roti. Semuanya bisa ambil sekenyangnya. Dari lapata, sebagian besar peserta adalah turis Asia dan asing. Waktu satu jam pelayaran kita manfaatkan dengan tidur dan foto2 di sekitar dek.

Interior dalam kapal

Interior dalam kapal

Tampak depan

Tampak depan

Akhirnya kita sampai di dekat pulau, kapal tetap di tengah laut yang dinamakan Pontoon. Lalu semua peserta bergantian naik perahu kecil menuju kapal selam untuk melihat dasar laut.

Ini nih yang namanya Pontoon ngambang :p

Ini nih yang namanya Pontoon ngambang :p

Perahu yang membawa kita ke Pulau dan kapal selam

Perahu yang membawa kita ke Pulau dan kapal selam

Ngintip keindahan dasar laut dari balik kaca

Ngintip keindahan dasar laut dari balik kaca

Setelah puas melihat ikan2 yang berenang dari balik kaca, kita diantar ke sebuah pulau  dan mengunjungi desa Toyapakeh.

Disitu kita menyaksikan penangkaran penyu yang luar biasa besar dan berat (waktu pose dgn mengangkat si penyu, gw hampir menjatuhkan saking ngga kuat beratnya). Lalu ada sesi makan kelapa muda bulat sambil nonton sabung ayam (Sumpah ngga penting banget sih ini, apalagi pd minta taruhan dollar).

Peserta juga diarahkan untuk melihat suvenir hasil kerajinan penduduk pulau ini. Namun karena barangnya kurang menjual, saya pun tidak tertarik.

I DO MISS BALI!!

I DO MISS BALI!!

Anak anak pulau. Sayangnya mereka minta uang ke turis2 :(

Anak anak pulau. Sayangnya mereka minta uang ke turis2 😦

Setelah puas berkeliling pulau kecil itu, kami pun kembali naik perahu untukmenuju kapal yang bersauh di tengah laut. Dan tibalah yang kami tunggu2, permainan air. Pertama kita nyoba untuk snorkeling, setelah memilih pelampung, fin dan masker kita langsung nyemplung ke laut. Oya, untuk standar keselamatan saya acungi jempol deh. Lifeguard banyak di sekeliling untuk membantu peserta, dan arenanya didesain untuk aman jika kita terpeleset atau jatuh. Ada juga balon pembatas untuk area snorkeling yang diamankan. Ternyata susah juga ya berenang di laut memakai pelampung, arusnya bikin capek.

Oya, waktu itu pertama kalinya saya ber snorkeling ria. Kesannya, spooky! Ternyata dalamnya laut mirip hutan rimba yang misterius. Ditambah saya movie freak yang sering nonton film macam Piranha dsb. Jadi begitu ada rombongan ikan2 yang melintas, bikin saya parno jangan jangan ada ikan hiu di belakang mereka. Hiiiiyyy….

Puas snorkeling lanjut dengan sliding yang langsung nyebur ke laut. Sensasinya beda banget, seru! Lalu kita ikutan antri buat naik banana boat. Mungkin karena ini wisata khusus, jadi pengemudinya berbaik hati tidak membiarkan penumpangnya tercebur di laut seperti lazimnya kita naik banana boat.

Puas olahraga air yang cukup menguras stamina, kita pun istirahat sambil makan siang di dek atas.

Menunya cukup lengkap, ada nasi dan lauk pauknya, aneka seafood, sushi dan dessert. Bolak balik nambah berhubung water sport kan banyak menguras tenaga (alesan…).

Dek atas tempat makan siang

Dek atas tempat makan siang

Setelah makan yang dilanjutkan lagi dengan snorkeling, akhirnya kita pun membersihkan diri dan bersiap untuk perjalanan pulang.

Sekian pengalaman saya naik Quicksilver di Bali, kabarnya ada juga Quicksilver yang berlayar di pulau Tidung. Sayang, saya belum ada kesempatan mencobanya. Ada yang sudah naik Quicksilver ke Pulau Tidung?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s